Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label Beethoven Virus. Show all posts
Showing posts with label Beethoven Virus. Show all posts

Sinopsis Beethoven Virus episode 17

Gun Woo dan teman-teman dari Mouse Orkestra berlarian menuju gedung pertunjukkan sambil membawa peralatan dan instrumen musik mereka. Waktu yang sempit dan jalanan yang macet memaksa mereka untuk berlari mengambil jalan pintas.


Dengan susah payah Gun Woo dkk berhasil mencapai area pelataran gedung. Di sana mereka mulai melihat penonton yang satu persatu keluar dari gedung pertunjukkan.

Mereka ternyata terlambat! PErtunjukkan telah berakhir dan mereka tidak kebagian tampil.


Wajah-wajah lemas , capek dan kecewa nampak di raut semua personil orkestra termasuk Gun Woo dan Du Rumi. Du Rumi lalu menasehati Gun Woo agar menghubungi panitia. Di tempat lain di dalam gedung, maestrok Kang pun tampak muram dan kecewa. Sekertaris membujuknya untuk segera pulang meninggalkan gedung.

Gun Woo menjauh dari kerumuman dan berusaha menghubungi panitia. Dia minta maaf karena timnya datang terlambat, dia memohon agar panitia mau memberi mereka kesempatan lagi. Namun sepertinya permintaan Gun Woo ditolak panitia. Gun Woo tak bisa berbuat apa-apa.
Tak lama kemudia mobil yang ditumpangi maestro Kang melewatinya. Gun Woo tunduk menghormat. Lalu mobil itu pun lewat di kerumunan mouse orkestra, mereka semua memberi hormat kepada Maestro Kang. Bibi Jung lalu ingin bicara, dia mengucapkan terimakasih karena ternyata Maestro Kang mengatur para pianis dan pemain tambahan untuk memperkuat mouse orkestra.

Du Rumi mencari Gun Woo. Gun Woo sedang kecewa.
"Bagaimana kata panitia?" tanya Du Rumi
Gun Woo menggeleng sedih
"Apa yang harus kukatakan pada mereka? apa aku harus mengatakan sesuatu untuk yang bisa melegakan mereka?", tanya Gun Woo bingung takut mengecewakan anggotanya.
"Mereka semua sudah pergi kok", sahut Du Rumi
Kemana?
"Konser", jawab Rumi ringan.
Gun Woo keheranan



 Ternyata anggota Mouse Orkestra tidak mau larut dalam kesedihan, mereka sudah terlanjur bersiap-siap untuk tampil dalam konser musik. Mereka lalu mendadak mempersiapkan penamplan orkestra di jalanan. Mereka mengeluarkan semua perlengkapan dan kursi dari dalam bis mereka.
Bae Yong Gi mengeumumkan pada orang-prorang yang lewat untuk menonton penampilan orkestra bermutu secara gratis.
Gu Woo bergitu bangga dengan antusiasme dan maksud baik teman-temannya untuk tak memungut apapun (termasuk uang receh) atas penampilan mereka.
Mereka menjalani konser dengan serius, dan penonton yang tak sengaja lewatpun tampak menikmati penampilan mereka di tengah dinginnya cuaca malam musim itu.
Konser jalanan mereka pun sukses dan penampilan ini sedikit mengobati kekecewaan mereka karena kehilangan kesempatan terakhir untuk tampil menjadi orkestra yang diakui dan disponsori.

Larut malam Gun Woo pulang ke rumah. Dia minta maaf pada maestro Kang karena kali ini usahanya masih gagal lagi. Maestro mencoba cuek, dia berkata dia juga mungkin akan segera pergi dari korea karena pemerintahan yang baru berusaha mendepaknya.

Pagi hari sekrtaris memberi tahu Maestro Kang, bahwa dewan kota menyetujui usulan untuk mendepak maestro kang dari pimpinan city soekran Orkestra. Maestro Kang langsung minta dipesankan tiket pulang. Namun sekrtaris Kim berkata kali ini ada jabatan baru untuk Maestro yaitu sebagai Penasehat Orkestra.
Gosip digesertnya posisi Maestro Kang hanya sebagai penasehat yang tidak akan punya wewenang apa-apa telah menyebar dan menjadi pembicara para anggota city orkestra. Mereka tidak rela konduktor mereka diperlakukan seperti itu.

Konduktor baru pun telah dipilih, dia adalah konduktor baru yang belum berpengalaman dan terpilih karena dekat dengan pejabat kota. Konduktor baru tsb menghadap maestro Kang selaku penasihat. Dia lalu sedikti curhat karena banyak orang meragukannya karena dia tidak berpengalaman.
"Yang penting itu kemampuan bukan pengalaman", tegas Maestro Kang.
Konduktor baru itu senang, Maestro Kang berkata bahwa untuk konduktor itu kemampuan itulah segalanya (maksudnya tentu Gun Woo ya)


Konduktor itu mulai melatih orkestra. Namun para anggota pun tahu bahwa konduktor itupun sama sekali tidak memenuhi kualifikasi dan tidak tahu musik.
Dengan mudah mereka bisa dikerjai para anggota.
Para anggota sempat ditegur maestro Kang karena mengerjai konduktor, namun mereka ingin bertindak dengan cara mereka. Mereka meminta maestro Kang untuk bertahan dan bersabar sebentar lagi.
mereka sadar tanpa maestro Kang nasib mereka pun akan tak jelas nanti.

 Ha Yi Deun mengikuti audisi untuk seleksi menerima beasiswa sekolah musik. Kakeklah dulu yang selalu membantu dan menyemangati Ha Yi Deun untuk terus berlatih flute. Sekarang kakek penyakitnya semakin parah. Sebelum berangkat audisi Yi Deun mampir ke tempat kakek untuk melihat keadaan kakek dan minta restu. SAmpai di sana dia kaget karena ternayta anak Kakek berencana membawa kakek berobat ke luar kota pada hari itu juga. Lebih cepat dari yang dijawwalkan semula. Yi Deun yang punya ikatan emosi kuat dengan Kakek merasa belom siap menerima itu semua. Dia sambil berkaca-kaca membantu mempersiapkan barang-barang pribadi kakek dan mewanti-wanti anaknya apa yang disukai dan tidak disukai kakek.







Yi Deun mulai panik dia tidak sanggup jauh dari kakek, dia berusaha mengingat lagi apa yang harus dipersiapkan untuk Kakek terakhir kalinya, Yi Deun menangis.

Yi Deun akhirnya pergi ke gedung audisi, karena diingatkan anaknyanya kakek . Di gedung audisi, beberapa Yi Deun dari mouse Orkestra termasuk Du Rumi telah hadirdi ruang tunggu artis untuk mendukung Yi Deun. Yi Deun lalu membisikkan sesuatu pada Ru Mi untuk minta pertolongan. Du Rumi menyanggupi.
Saat Yi Deun tampil, teman-teman dari MOuse orkestra mendukung penuh Yi Deun di bangku penonton.
Yi Deun tambil bagus, saat teman-temannya akan memberi bunga dan selamat Yi Deun tiba-tiba berlari keluar dengan tergopoh-gopoh ke pelataran parkir. Di Luar gedung Du Rumi sudah menunggunya di dalam mobil. Yi Deun minta RuMi segera menuju terminal bis antar kota.
Rumi pun melesatkan mobilnya (keren juga mobil Rumi ya warna merah lagi). Yi Deun rupanya ingin mengantar kepergian kakek ke luar kota untuk berobat ke luar negeri.

Mereka berdua tiba di terminal, Yi Deun langsung berlari keluar sementara Rumi memarkirkan mobilnya. Dia dengan harap-harap cemas menelusuri terminal arah keberangkatan (terminalnya keren banget dan bersih kyk stasiun gede bahkan bandara aja).
Yi Deun mulai panik karena sosok Kakek yang dicarinya tidak ditemukan. Dia lari melintasi bis-bis yang sedang diparkir. Dia lalu melihat bis yang mulai jalan. Sekilas Yi Deun meilhat sosok kakek. Yi Deun berlari mengejar bis sambil memanggil manggil kakek.

Namun kakek tak mendengar apapun. bis terus berjalan semakin cepat dan Yi Deun pun semakin tertinggal. Dan berteriak putus asa , menangis dan jatuh terduduk. (kasihan Yi Deun). Saat itu kakek tiba-tiba teringat Yi Deun, tapi kakek tidak menyadari apa yang terjadi.
Ru Mi mencari Yi Deun, Rumi sambil jalan mendapat telepon bahwa Yi Deun berhasil dalam audisinya dan mendapatkan beasiswa ke sekolah musik. Namun Rumi menyaksikan Yi Deun yang tengah lesu dan sedih. Rumi pun memeluk Yi Deun yang tengah menangis.

Para anggota seongnam Orkestra masih mengerjai konduktor baru mereka, Dan hasilnya fatal mereka pun di minta untuk ikut audisi lagi pemilihan anggota orkestra baru lagi. Kontan para anggota pun marah, mereka sbg musisi merasa tak dihargai.


Suatu malam maestro Kang mengajak walikota untuk bertemu
"Apa kau menemuiku sehubungan dengan anggotamu harus ikut audisi lagi?", tantang walikota
"Bukan saya hanya akan mendengarkan musik (klasik). Jika Anda bisa menggambarkan  5 perasaan yang berbeda dari musik ini dalam 3 detik saya akan menurut pada Anda"
Musik diperdengarkan, walikota menyebut satu komentar "sangat indah" lalu dia menambahkan "mengagumkan" dia mulai bingung dan menyebut lagi "bagus", walikota pun kehabisan kata-kata dan hanya bisa menyebut 4 kata di detik terakhir.
Lalu giliran maestro Kang, dia mendengarkan musik lalu menggambarkan searagraf kalimat yang menggambarkan 6 macam perasaan tentang musim itu
(contohnya: AKu sepeti melihat dua orang pasangan yang merasa harus saling berpisah dan akhirnya memutuskan berpisah dengan senyuman. Aku melihat anak yang cemas karena kehilangan ibunya, namun akhirnya dia berhasil menemukan ibunya kembali. Aku melihat seorang kakek yang berusaha menyemis sepatunya sampai mengkilat dan akhirnya dia tersenyum puas. aku melihat sekelompok anak yang sedang bermain-bermain lalu berlari pulang untuk makan malam...dst)
"musik dengan emosi yang lengkap seperti ini kau hanya bisa menyebutkan  frasa ringan saja? Di seongnam ini masih banyak orang yang bisa menghargai musik seperti ini. Tapi mempunyai gubernur seperti ini." sindir maestro Kang . Maestro Kang berharap gubernur bisa menghargai orang yang bisa menghargai musik.



Maestro Kang akhirnya mengajak Gun Woo untuk bertemu dan mengobrol. Maestro Kang diberi tahu bahwa Gun Woo bertingkah jaim seperti itu harnya krn ingin menunjukkan sesuatu pada gurunya bahwa dia mampu. Gun Woo lalu bicara pada Maestro Kang bahwa dia masih ada satu harapan untuk tampil di konser
"Konser ini berjudul "Swan Dream"", kata Gun Woo
Maestro Kang mereasa heran dengan nama itu, dia mengira ini konser lagu klasik yang ditulis ulang bergaya modern. Ternyata hal itu lebih buruk dari yang diperkirakan. KOnser itu hanya semacam pop song untuk mengiringi seorang penyanyi. Hal ini tentu jauh di bawah standar orkestra musik klasik yang biasa ditangai mereka. Maestro Kang kesal dan kecewa.
"Ini satu-satunya harapan terakhirku, dan aku percaya ini akan berjalan baik, Rumi yang menulis komposisinya dan komposisinya bagus", bujuk Gun Woo
Maestro Kang kecewa dan pergi.

Di tempat latihan tampak terjadi aksi protes dari para anggota orkestra. mereka tidak mau diperlakukan sewenang -wenang oleh pemerintah. Gubernur pun melangkah jauh untuk berusaha membubarkan orkestra.

Di tempat latihan Gun Woo keadaan tidak juga baik. Para anggota teman-teman Gun Woo mulai merasa tak sanggup lagi bertahan berlatih tiap hari tanpa sposro dan dukunga yang memadai. mereka selama ini sukarela dengan biaya sendiri dan menigalkan kegiatan dan pekerjaan mereka demi orkestra. Mera mulai berkata hanya bisa bertahan sampai hari itu termasuk bibi Jung.
Melihat banyaknya keluhan Gun Woo pun berbicara di depan mereka. Gun Woo menyadari penuh keluhan dan keberatan teman-temannya.Dan memutuskan konser Swan Dream adalah konser treakhir mereka sebelum orkestra ini dia bubarkan. Gun Woo berkaca-kaca demikian pula anggota lainnya. Gun Woo membiarkan anggotanya tidak berlatih bersama lagi sampai waktu konser nanti. Suasana menjadi semakin sedih. Bae Yong Gi meresa tidak terima dengan akhir orkestra mereka ini. (sedih gini..hiks)




Du Rumi mendengar desas desus bahwa orkestra milik maestro Kang (mantan pancarnya) pun akan dibubarkan pemerintah. Du RUmi langsung mencari Maestro Kang. Mereka berdua tak sengaja bertemu di pelataran gedung latihan. Ke duanya sempat terpana...(masih ada cinta nih)
"Jangan melawan mereka lagi, aku tak tega", pinta Du rumi
"Tidak apa-apa aku baik-baik saja", kata Maestro Kang
Du Rumi lalu pergi melalui maestro Kang, tiba-tiba Maestro Kang menahan lengan Du rumi dan memgangnya erat.
Du Rumi terkejut, terpana dan berkaca-kaca. Walau tanpa kata Ru mi merasakan perasaan yang sangat dalam. Perlahan-lahan Maestro Kang menurunkan peganganya dari lengan menuju tangan Du RUmi. Maestro Kang mengenngam tangan durumi , mereka sejenak berpegangan tangan.
Sbelum maestro Kang memutuskan untuk pergi lagi tanpa kata-kata. (punya pacar kayak maestro kang irit obrolan)

Para anggota seongnam city orkestra melakukan protes dan mogok. Satu persatu karena alasan keluargapun menyerah. Maestro Kang pun akhirnya membuat surat pengunduran diri.
 
Namun suatu pagi di kantor, sekertaris Kim menanyakan apakah Maestro Kang ada janji bermain di suatu konser. Begitu mendengar konser itu berjudul Swan Dream, maestro Kang tersentak, dia mendengar konser itu yang akan diikuti oleh Gun Woo. Rupanya karena nama mereka sama penyelenggara konser itu tertukar nama Maestro Kang dengan Kang Gun Woo junior.
Gun Woo junior dipanggil panitia konser, mereka meminta maaf karena salah mengira Mouse Orkestra yang dipimpin Gun Woo itu orkestranya Maestro Kang. Gun Woo sangat kecewa, namun mereka tidak mau memberi kesempatan tampil walau orkestra Gun Woo telah berlatih selama ini.

Maestro Kang tau ada sesuatu yang tidak beres dia langsung menelepon panitia konser dan meminta bayaran dan syarat yang mahal. Maestro Kang marah karena panitia itu pasti telah menanggap remeh muridnya (Kang Gun Woo junior).

Gun Woo pulang dalam keadaan down dan baru sampai ke rumah larut malam. Dia pun tidak masuk ke dalam rumah hanya terduduk di halaman rumah.
Maestro Kang menunggu Gun Woo dengan perasaan tidak enak.


Dia lalu meng-sms Gun Woo.
"Kamu ada dimana?"
"Di dekat rumah", jawab Gun Woo.
Namun maestro Kang cemas karena belum juga mendengar Gun Woo masuk rumah. Dia pun mencari Gun Woo keluar. Gun Woo berjalan tertatih dan tertunduk lemas menuju gurunya.
"Guru saya gagal, konser trakhir yang saya harapkan dan katakan pada guru itu juga gagal. mereka lebih memilih Anda daripada saya. Saya benar-benar mengecewakan apra anggota orkestra, saya juga mengecewakan guru. Maafkan saya", kata Gun Woo menangis menghadapi kegagalannya yang bertubi-tubi

"Tidak. kamu benar benar bagus, istimewa", kata Maestro Kang tulus
"Maafkan saya guru", Gun Woo terisak sambil menghormat gurunya.
Maestro Kang lalu maju memeluk Gun Woo.
(terharu dan sedih..episode ini penuh dengan tangisan...)


< episode 16                                                final episode >

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)

Sinopsis Beethoven Virus episode 16

(duh agak bete nih nulis ngulang lagi ga sadar sebagian besar ke hapus..sorry ya klo critanya jd singkat, udah capek ati soalnya)

Maestro Kang saat melatih orkestranya didatangi asisten Kim. Dia memberitahukan berita penting bahwa walikota yang erpilih berniat dan berusaha untuk memecanya dan menyingkirkannya dari orkestra. Maestro Kagn terkejut dan tak menyangka. Namunkemudian dia berusaha cuek dan kembali melatih orkesrtanya.

Maestro Kang dengan mediasi walikota lama yang masih menjabat berusaha menangani hal ini. tetapi walikota terpilih juga sepertinya tetap pada pendiriannya.
"Mau menyinkirkanku ?! tak semudah itu!", tantang maestro Kang

Maestro Kang di ruangannya sangat kesal. Dia tak bisa membiarkan dirinya disingkirkan. dia lebih memilih membuat surat pengunduran diri. Namun Park Hyuk Kwon yang datang menghadap Maestro Kang, punya pandangan sendiri.
Dia mengutarakan sesuatu hal "Gaji kami belum cair, sampai hari ini sudah telat 1 minggu"
Maestro Kang kaget.
"Jika ada pergi begitu saja, maka nasib kami pun akan berantakan"
Maestro Kang kesal karena walkota menekannya dengan cara menekan anggotanya.


Bibi Jung curiga bahwa suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Dia mengikuti suaminya pergi dengan diam-diam.
Namun karena kurang cermat , bibi jung akhirnya kehilangan jejak semuaminya. Bibi pun akhirnya menyerah dan siap2 pergi latihan. SEbelumnya di amampir dulu ke mini market membeli camilan/roti. Saat di kasir Bibi Jung baru sadar dia kekurangna uang cash. Seorang wanita tua dengan penampilan sederhana lalu menwarkan membayarkannya dengan cuma-cuma.
Bibi Jung dan wanita itu lalu eluar toko bersama-sama dan sambil jalan mereka pun mengobrol. WAnita itu ternyata pincang bajunya pun sederhana. Wanita itu berpaminta akan menemui pasangan suaminya di taman. Namun Bibi Jung tak sengaja melihat dari kejauhan bahwa wanita itu ternyata menghampiri seorang laki-laki yang ternyata itu adalah suaminya.
Bibi Jung terkejut, syok tak percaya.



Gun Woo kembali melatih teman-temannya di Mouse orkestra....
Mendekati hari H, Gun woo semakin resah karena festival kali in imerupakan kesempatan terakhir mereka. Di lain pihak bibi Jugn yang masih terbayang  perselingkuhan seuaminya banyak membuat kesalahan selama latihan. Penampilan anggota lainnya pun tidak membuat Gun Woo puas.  GUn Woo yang biasana sabar tiba-tiba jadi emosi, dia menegur anggotanya dan bibinya dengan tegas. ae Yong Gi merasa heran dengan sikap Gun Woo dan memprotes GUn Woo terang-terangan. Gun Woo pun jadi emosi pertengkaran tak terhindari antara Gun Woo dan Bae Yong GI. Teman-teman mereka berusaha melerai mereka agar tidak berkelahi.

Di luar, Bibi Jung Hee Yun akhirnya curhat kepada Du Rumi tentang kondisi suaminya. Bibi menangis dan Du Rumi sebisa mungkin mencoba menenangkannya.
"Jika wanita itu lebih muda dan menarik tentu aku bisa memaklumi bahwa dia tertarik karena memah wanita itu lebih muda. Namun wanita itu tampak 1 tahun lebih tua dari aku, berarti dia menyukainya bukan dari penampilannya", bibi Jung curhat sambil menangis.

Du rumi masih tekun menghadiri kuliah musik untuk menjadi arranger, dia cukup berusaha dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Durumi llau menerima pesan sms bahwa Kang Mae akan mengundurkan diri, Du rumi menemui Kang Mae. Kang Mae heran durumi menemuinya..
Durumi mengkonfirmasi bahwa Kang Mae akan mengundrukan diri
"Aku tidak percaya Anda mau meninggalkan anggota orkestra yang Anda pilih sendiri"
"TIdak ada yagn bisa kulakukan melawan politisi", dalih Kang Mae


"Itu hanya alasan", sahut Du rumi
"Kang ingin aku kalah dan dipermasukan?!"
"Aku hanya tak ingin Maestro Kang membohongi diri sendiri dan membohongi musiknya", kata Durumi
Maestro Kang tercenung...

Maestro Kang akhirnya mengikuti keinginan walikota terpilih untuk tampil di acara pelantikan walikota baru. Walikota menjajikan membayarkan gaji2 orkestra dan menaikkan fasilitas bagi Kang Mae.

 Kang Mae mengumumkan kepada anggotanya mengenai penampilan mereka di acara pelantikan. Semia anggotanya heran mendengar keputusan kang Mae yang tidak biasanya. Park Hyk Kwon merasa bersalah.
"Aku tidak ingin Anda keluar bukan berarti Anda harus seperti ini"
"Kau tidak ingin aku keluar terus aku harus bagaimana?! INi satu-satunya sacaraku untuk tinggal dan hidup mewah!"

Di mouse orkestra tersebar berita bahwa Kang Mae tentang Kang Mae akan tampil di pelantikan walikota bahwa membawakan lagu nasional. MEreka semua juga tak percaya keputusan Kang Mae. APalagi dia akan membawakan juga lagu My Way...

Park Hyk Kwon mengadu pada Gun Woo akan keanehan Kang Mae..Kang Mae pun bahkan tidak menyuruh anggotanya berlatih dan kini tiba-tiba mau akrab dan makan malam dengan walikota terpilih itu. Gun Woo prihatin..dia menjemput Kang Mae
"Anda tak perlu memaksakan diri karena Anda tak pernah berbohong dengan musik Anda", protes Gun Woo
"Kau pikir aku mau, aku juga terdesak!"
"Kalau begitu jangan mau!"
"Kamu itu terlalu polos", komentar Kang mae pada Gun Woo

Pelantikan walikota akan dilaksanakan hari itu. Para anggota orkestra telah berkumpul sebelum setenangah jam menjelang penampilan mereka. Namun mereka bingung karena mereka belum mendapat partitur lagunya sama sekali. Asisten Kim sibuk , dan akhirnya membagikan pertitiur dari Kang Mae. Di partitur itu tertulis judul composisinya 4 menit 3 detik oleh John Cage.
Anggota orkestra saling memandang heran melihat partitur yang dibagikan.

Anggota mouse orkestra termasuk Gun Woo dan Du Rumi tegang saat hendak melihat penampilan Kang Mae. GUn Woo datang langsung ke lokasi. Yang Lainnya menonton lewat siaran langsung di televisi. Kang Mae masuk ke podium. Anggota orkestra siap dengan pertitiur mereka. Maestro Kang menyipakan pertitur juga jam. Lalu memberi aba-aba dan diam...termasuk semuga anggota orkestranya mereka pun diam tak membunyikan apapun...

Semua orang heran termasuk walikota...namun beberapa orang mulai mengerti.  termasuk du rumi. Du Rumi dan Kang Mae sama-sama teringat percakapan terakhir mereka. Du rumi sampai menitik kan air mata akan keteguhan Kang Mae.
Kang  Mae lalu menurunkan tangannya setelah diam selama 4 menit 33 detik.
Walikota akhrinya sadar bahwa Kang Mae mengerjainya dan sama sekali tidak membawakan lagu my way nya. Walikota marah dan protes. Kang Mae memberla diri bahwa dia tahu walikota pasti akan marah-marah bergini dan ini lah cara, watak asli dan "my way" walikota yang sebenarnya.

Para anggota mouse orkestra ang menonton lewat televisi bersorak senang melihat cara hebat Kang Mae mengalahkan kesombongan walikota.

Gun Wo kembali pada form terbaiknya. Dia melatih teman-temannya dengan
kelebihan yang dimilikinya. Walau dia merasa kurang puas, dia bisa meyampaikan kekurangan temannya dengan simpatik. Teman-temanya akhirnya dengan sadar mau menambah waktu latihan demi kebaikan mereka semua. Gun Woo pun merasa optimis dan mantap
 Hari festival untuk Gun Woo dan Mouse Orkestranya tiba. seorang anggota bahkan menyumbang dengan menyiapkan sebuah bis untuk mereka semua. pergi ke tempat festival.
Masalah mulai iba. ANggota sampai sat yang dijanjikan berkumpul belum juga kumpul semua. Salah satunya adalah Bibi Jugn Hee Yun. Dia di saat terakhir masih bermasalah dengan suaminya sampai tak sadar bahwa di harus pergi konser.
Bibi Jung Jee Yun dengan sengaja menyindir suaminya tentang teman selingkuhnya itu. Suaminya tak menyangka istrinya megnetahui hal itu.
BUkan hanya Bibi Jung Hee Yun yang belum datang, Bae Yong Gi dan Ha Yi Deun juga belum muncul di tempat. Hari ini rupanya anak kandung Kakek Kim Ga Young datang dari luar negeri dan datang untuk membawa dan mengurus ayahnya. Namun saat mereka tiba di rumah, kakek Kim menghilang. Mereka pun sibuk mencari Kakek. Ha yi Deun tambah begitu sedih dan panik.

Waktu sudah makin mendesak. Dan ke tiga anggota mereka, Ha Yi Deun, Bae Yong Gi dan Bibi Jung Hee Yun  sampai ke gedung pertunjukkan.
Park Hyuk Kwon melapor pada Kang Mae. bahwa Gun woo dkk blom juga hadir. Maestro Kang sudah bersedia membantu meminjamkan 3 orang anggota pengganti dan memundurkan jam main mereka.

Di tempat berkumpul mouse orkestra, Du Rumi mempersilahkan Gun Woo yang memutuskan. Gun Woo belum mau pergi, dia merenung. Dia ingat kebersamaan mereka dan ingat perkataannya pada Kang Mae bahwa dia bahagia bermain musik jika tampil bersama-sama teman-temannya. Gun Woo dilema, pada saat yang sama dia melihat di angkasa segerombolan burung-burungyang terbang berkelompok bersama-sama. 
Gun Woo pun lalu memutuskan untuk tidak mengabaikan satupun anggotanya. Gun Woo dkk pun lalu pergi menjemput ke  anggota yang tersisa.

Du ru mi sibuk menghubungi Bibi Jung . Bibi Jung akhirnya sadar bahwa dia ternyata terlambat pergi ke tempat festival. Dia buru-buru minta diantar suaminya ke tempat festival. Gun Woo dkk berhasil menjemput Bibi Jung. 

Bae Yong Gi dan Yi deun sibuk mencari kakek Kim Gab Young yang hilang. Mereka kahirnya menemukan kakek Kin sedang bermain Oboe sendirian di stasiun kereta bawah tanah. Mereka pun segera berangkat menuju tempat festival.

Denga suasana yang lumayan tegang, semua anggota mereka berhasil ditemukan dalam perjalanan sehingga merka semua bisa berngkat bersama. 

Di gedung pertunjukkan, Park Hyuk Kwon tegang, karena walau waktu mereka sudah diundur pun Gun Woo dan orkestranya belum datang padahal pertunjukkan terakhir 25 menit lagi.
"Mereka malah memutuskan pergi bersama-sama", komentar Park Hyuk Kwon
"Karena itu lah Gun Woo masih menderita hingga saat ini. Tapi itulah Gun Woo", sahut Maestro Kang tak bisa berbuat apa-apa.

Masalah ternyata tak berhenti sampai di sana, dalam keadaaan waktu yang semakin sempit, jalanan ternyata padat dan macet dan waktu tinggal 15 menit. Mereka semakin tegang. Dalam keadaan terdesak , Gun Woo memutuskan mereka semua untk turun dari bis. Dia merasa gedung pertunjukkan sudah tidak terlalu jauh. Mereka lalu semua urun dan berlari dengan membawa semua alat musik mereka menuju gedung pertemuan. 



Terlihat begitu seru, karena lari dengan membawa alat musik bukan hal yang mudah. SAmbil berlari merek pun bahu membahu membantu sesama anggota yang lebih tua. Gun Woo lari sambil membawakann Cello Bibi Jung. Dan membantu bibinya untuk berlari menaiki tangga di luar kompleks gedung kesenian.
Mereka dengan susah payah berusaha lari secepat-cepatnya menuju gedung pertunjukkan...

< episode 15                              bersambung ke episode 17 >

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)

Sinopsis Beethoven Virus episode 15

(kelamaan nonton Tae Kyung, ternyata Gun Woo jauh lebih cakep..kasep...)
Kang Gun Woo Junior beserta mouse orkestranya sudah siap tampil di atas panggung. Gun Woo memperkenalkan diri dan menghormat pada juri. Alangkah kagetnya karena satu dari ketiga juri adalah Maestro Kang. Maestro Kang dengan sinis pura-pura tak mengenal mereka dan mengejek nama  orkestra mereka. Gun Woo berusaha sabar dan cuek, dia kemudian memimpin teman-temanya membawakan komposisi Pavane hasil aransemen mereka. Ha Yi Deun maju sebagai solo flute. Mereka berhasil membawakan komposisi iu dengan baik.

Namun juri maestro Kang rupanya sangat tidak puas. Dia juga melihat arranger nya ternyata Gun Woo dan Du Rumi
"Kamu tahu apa artinya Pavane?
"Pavane itu artinya burung merak", jawab Gun Woo
Tapi kamu mempercepat temponya dan menjadikanny a seperti buruk pipit atau bahkan seperti kalkun!", kritik Maestro Kang pedas yang merasa komposisi itu harusnya dibuat elegan.
"Rupanya ini guru yang tengah mengajari muridnya ya", sahut kritikus juga merupakan juri.
"kata siapa aku pernah menerima murid?!", kata maestro kang sinis

 Maestro Kang lalu maju ke panggung dan langung ingin memberi contoh (atau sok mengintervensi nih). Dia maju ke posium, dan juga melarang Du RUmi yang tidak bisa mendengar untuk ikut bermain (pacar ko jahat2 amat ya). Du Rumi dan terpaksa mundur bersama Gun Woo dan berdiri di pojok.
Maestro Kang berkata pada seluruh pemain "Kalian pasti punya partitur aslinya khan? keluarkan dan lupakan semua petunjuk dan interpretasinya (gun woo red) dan ikuti arahanku"

Maestro Kang memimpin komposisi itu dengan interpretasi berbeda dan lebih mirip asliny a, lebih lambat dan elegan. Menurut maestro Kang tidak ada masalah dengan komposisi itu sehingga tidak perlu diganti.
Gun Woo protes "Banyak juga arranger yang mengaransir lagu itu, jadi menurutku tak masalah jika kami juga merubahnya"
Maestro Kang tidak terima "Terus kamu juga nanti akan merubah musik klasik jadi berirama tarian rakyat atau lagu opera jadi rap gitu?"
Gun Woo membela diri "Anda terlalu ekstrim .Terus terang Anda juga memodifikasinya, Anda melambatkan tempo di beberapa bagian". Gun Woo merasa Maestro Kang juga subjektif.

Juri lainnya sebenarnya merasa tak masalah. Ini hanya masalah interpretasi musik. Namun menurut Maestro Kang orang sekapasitas Gun Woo belum layak mengubah ekstrem suatu komposisi (dendam banget ini maestro kang ma Gun Woo nyebelin ya).



Setelah proses audisi selesai Gun Woo mencoba mengalah dan menemui Maestro Kang
"Anda tahu khan kami sangat membutuhkan pekerjaan ini, mengapa Anda begitu menekan kami?"
Maestro berkilah karena memang interpretasi Gun Woo yang salah.
"Tapi mengapa Anda begitu menentang kami. pasti terjadi sesuatu", tebak GUn Woo
"Aku juga harus mempertahankan diriku. Dan orang seperti dirimu jangan coba-coba melawanku!"

Para peserta menunggu di gedung untuk menunggu pengumuman. Akhirnya penantian meraka pun membuahkan hasil. Mereka ternyata lolos audisi mereka lega dan gembira.
Rupanya walau maestro Kang menentang namun 2 juri lain meloloskan mereka.

Sebentar lagi masa pemilihan walikota tiba. Walikota datang ke tempat latihan menemui para pemain untuk mengiringi dia dalam acara kampanyanye. Maestro Kang langsung menolak ide ini.
 Dia tidak mau orkestra jadi turun derajatnya dan dijadikan alat untuk mencari kemenangan.

Suatu hari Gun Woo dan teman-teman kembali latihan. Bae Yong Gi tanpak lelah dantertidur karean kebanyakan kerja paruh waktu untuk mencari penghasilan tambahan. Lalu datanglah kiriman paket makanan dari Senior Park yang telah jadi anggota orkestra kembali. Dia masih memikirkan kawan-kawannya. Dia juga mengirimkan uang 100.000 won dan memberikan informasi  untuk mouse orkestra untuk mengiringi seorang penyanyi solo guna menambah penghasilan tim.
Bae Yong Gi dan Gun Wo senang mengetahui hal itu.

Berita buruk bagi para anggota tim datang. Walikota yang selama ini mendukung program orkestra dikalahkan oleh pesaingnya. Maestro Kang kebetulan berpapasan dengan rombongan walikota terpilih yang sedang dipandu Asisten Kim melihat lihat kompeks kesenian. Hubungan maestro Kang dari dulu memang tidak baik dengan walikota terpilih itu. Maestro Kang yang punya harga diri yang tinggi tidak mau menghormat sedikipun.
Asisten Kim menyarankan Maestro Kang supaya menghormati walikota terpilih
Namun  Maestro Kang berkilah, "Dia belom dilantikkan?!"
ilih juga tersinggung dia menyuruh maestro Kang bersama orkestranya mengiringi pelantikannya untuk membawakan lagu wajib berserta lagu kesukaannya. Maestro Kang menolak mentah-mentah
"Ini perintah!"
"Memang kalau aku tidak mau aku akan ditembak atau leherku dipotong oleh guilotuin? Menyanyikan lagu kebangsaan pun aku tak sudi!"

Asisten Kim bingung, dia mencoba secara pribadi menemui Maestro Kang dan menasehatinya untuk mau bekerja sama karena sekarang era pemerintahannya sudah berganti. Namun Maestro Kang orangnya keras kepala.

Durumi menelepon Maestro Kang, dia kemudian membawakan lagu liberstratum dengan biolanya. Maestro Kang walau merasa permainannya kurang bagus tapi dia bahagia juga. Setelah itu dia menikmati lagu Liberstratum lewat CD seperti saran Durumi.
Maestro Kang mimpi buruk dia melihat orang-orang masih mendukung gun Woo walau musiknya hancur, maestro Kang frustrasi.

Masalah terjadi saat Maestro Kang melatih orkestranya. Para anggotanya bingung karena Maestro Kang memberi intruksi yang berbeda dari kemarinsebelumnya. Maestro Kang mencoba menganalisa kembali partiturnya. Namun dia tiba-tiba merasa kebingungan saat mengintrepretasinya. Maestro Kang mulai panik.

Maestro kang meminta pandangan pada Asisten Kim yang sering mendengarkan latihannya
"Bagaimana menurutmu lagu tadi?"
Maestro Kang kaget karena jawaban Asisten Kim. Komposisi yang seharusnya menuertunya kuat dan tegas menurut asisten Kim terdengar elegant dan indah. Maestro Kang merasa musiknya tiba-tiba berubah dan dia panik juga freustrasi.
"Kapan kau mengirim buket bunga itu?", tanya Maestro Kang.

Du Rumi menerima kiriman buket bunga yang indah. Ada beberapa bunga mawar dalam rangkaian bunga iu. Dia heran siapa pengirimnya. Dan yang lebih heran lagi karena Maestro Kang pengirimnya. DU RUmi bahagia dan mencium bunga itu. iba-tiba mestrok Kang datang dengan taksi. Dia buru-buru merenggut buket bunga itu itu dari Du Rumi dan menginjak-nginjak bunga iu sampai hancur.
"Musikku hancur!", kata Maestro Kang
"Jadi apakah Anda menyalahkanku karenanya?!", sahtu durumi masih menangis dan kecewa
"Bukan , akulah yang harus disalahkan!"
Maestro Kang pergi dan Durumi merasa bersedih.

Maestro Kang lalu pergi menemui Kakek Kim gab Young. Kakek Kim ternyata mulai kumat penyakitnya. Dia melamu seperti tidak sadar akan lingkungan sekitarnya.
"Kamu pasti sekarang sedang bahagia ya, pikiranmu bisa terbang kemanapun di mana saat bahagiamu dulu, aku iri padamu", celetuk Maestro Knag.
Maestro Kang lalu curhat mengenai kondisinya dengan cuek. Dia merasa tak sanggup lagi punya perasaan terhadap seseorang. Dia merasa tidak mampu mempunyai pasangan. Dia merasa tank sanggup untuk bertanggung jawab dan memikikan pasangannya di saat usianya 40 tahun ini. Dia merasa tidak siap untuk berubah dan merasa takut dengan perubahan pada dirinya.
Kakek Kim tiba-tiba sadar dan mendengarkan penjelasannya
"Ini tentang Du rumi ya?", celetuk Kakek Kim. Kakek Kim menyarankannya untuk tidak takut.


Durumi datang ke rumah Maestro Kang karena diminta datang. Maestro kang memberikan CD permainan musik biola solo disatu bagian oleh orang yang hampir tuli seperti durumi. Dia lalu berterus terang pada Durumi bahwa dia tidak sanggup untuk berubah di usia sekarang
"Aku tidak bisa keluar dari zona kenyamananku selama ini"
Durumi juga berkata bahwa dia merasa dirinya lemah setelah berhubungan dengan Maestro Kang.
AKhirnya mereka pun memutuskan untuk berpisah.
Di rumahnya Rumi melamun dan bersedih. Dia memainkan biola sesuai CD dari maestro Kang sambil menangis bersedih.

Gun Woo mendapatkan saran dari Durumi untuk mempelajari banyak intrepretasi musik orang lain agar bisa menjadi intrepeter yang hebat dalam musik. Gun Woo menghampiri mestro Kang untuk meminjam partitur maestro Kang yang berisi interpetasinya.
Maestro Kang menjawab ketus "Mengapa kamu masih saja ingin meminta tolong dariku!"
Maestro Kang lalu bicara terus terang kalao dia tidak menyukai Gun Woo lagi, dia juga menyebut saat preistiwa konser Gun Woo yang gagal
"Saya sebenarnya bsia saja menelepon walikota untuk menghentikan kegiatan konstruksi itu, tapi tidak saya lakukan. Kamu tahu kenapa?! Karena mereka mengatakan kau lebih baik dariku. Dan katanya aku hanya memelihara harimau di rumahku"
Gun Woo syok "AKu pikir selama ini Guru tidak akan pernah membenciku"
Gun Woo menangis kecewa dan pergi ke kamarnya termenung dengan sedih.

Maestro Kang juga sebenarnya hatinya bergejolak karena pertengkaran dengan GUn Woo itu, dia ke kamarnya dengan keadaan menggigil dan pucat.

Keesokan harinya para anggota City Orkestra menunggu maestro Kang, yang juga tidak terlihat muncul-muncul di tempat latihan. Park Hyuk Kwon akhirnya mewakili teman-temannya menengok maestro Kang ke rumahnya. Dia bertanya pada Bibi Jung Hee Yun pass word rumah maestro Kang.
Park Hyuk Kwon tak menyangka dia mendapati Maestro Kang yang terbaring sakit dan demam tinggi dan hanya ditemani oleh anjingya Thoven.

Bae Yong Gi mendapat telepon dari Park Hyuk Kwon bahwa maestro Kang terbaring lemah dan sakit. Bae Yong Gi bertemu Gun Woo yang baru datang ke tempat latihan mereka.
"Kamu tidak tahu keadaan maestro Kang?"
"Aku tadi baru dari toko terus langsung ke sini"
Bae Yong Gi bercerita bahwa Maestro Kang sakit.
"Bukankah kau sebaiknya kembali lagi ke rumah dan melihatnya?"
Gun Woo hanya dingin dan berkata "Bukankah sebentar lagi kita harus latihan?"

Bibi Jung Hee Yun tetangganya, ternyata datang merawat dan mengkompres maestro Kang. Bae Yong Gi kemudian datang untuk menggantikan bibi Jung menjaga Maestro Kang. Bae Yong Gi merawatnya dengan telaten dia memperhatikan wajah  Maestro Kang yagn sedang tak sadarkan diri. Kali ini wajahnya tampak memelas dan terlihat tampan. (kali ini Du Rumi dan Gun Woo yang biasa ngurus dia, lagi pada marah, ayo)
Bae Yong Gi berceletuk"Andai saja wataknya tidak menakutkan, dia mungkin akan jadi orang baik"

Gun Woo malam itu menyibukkan diri sendiri di gudang tempat latihannya sambil menulis arransemen lagu. Malam itu ternyata dia tidak mau pulang dan tidur sendirian di gudang.

Keesokan paginya Maestro Kang  sadar dan bangun. Dia melihat pesan untuknya untuk minum obat. Maestro Kang ternyat akali ini benar sudah sehat dia berganti pakaian dan pergi dari rumah dalam keadaan segar bugar.

Gun Woo dan teman-temannya kerja paruh waktu menjadi pengirin penyanyi solo baru untuk debutnya. Namun penyanyi solonya ini kurang bermutu dan suara terlalu kecil membuat stress para pemain yang harus bermain terlalu lembut agar suara sang penyanyi masih terdengar. Dan juga ibunya yang sok mengatur dan sok jadi konduktornya dan k mamenganggap Gun Woo yang bukan lulusan unversitas musik hanya dipajang untuk show saja. Gun Woo akhirnya mengambil keputusan tegas untuk berhenti bekerja di sana walau mereka butuh uang dan memilih bekonsentrasi pada konser. Dia juga tak lupa membalas sang ibu dan menyarankan anaknya agar berlatih berteriang di bawah arir terjun. Dia juga menganggap dirinya lebih bersih karena pasti ibu itu membayar sogokan agar anaknya bisa tampil debut solo.
Semua pemain bersorak dan mendukung Gun Woo.
Bibinya berkomentar pada Gun Woo "Gun Woo..a , kamu terlihat menyeramkan hari ini" (iya juga nih jadi mirip maestro Kang)

Maestro Kang memulai lagi latihan dengan mantap. Dia kembali lagi ke performa aslinya yang tegas dan seleranya yang sangat klasik. Dia kembali membawakan lagu beethoven no 5 dengan penuh kekuatan.
Tiba-tiba asisten Kim datang terburu-buru dengan membawakan berita yang mencemaskan
"Guru, Gubernur menerima petisi dari dewan kota untuk memberhentikan Anda!"
Maestro Kang terkejut.

< episode 14                               episode 16 >

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)