Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label Bad Guy. Show all posts
Showing posts with label Bad Guy. Show all posts

Kim Nam Gil is Back!

Appa Kim Nam Gil Pulang!

Yey...dua tahun selesai sudah
Awalnya trasa lama...eh ga krasa udah 2 tahun.

Scara resmi Appa Nam Gil sudah dinyatakan selesai  bertugas di kemiliteran tanggal 14 Juli 2012 kemarin.
Berhubung tanggal 14 gari libur kantor. Appa dikabarkan sudah keluar sehari sebelumnya.

Kabarnya juga nih, begitu selesai wamil Appa mendapat banyak tawaran come back dari stasiun TV.
Lbih detailnya apa nanti drama yang akan dimainkan Appa kita tunggu aja ya. Apa benar Appa langsung main drama saeguk lagi? Kita tentu ga khan lupa dong peran Bidam di Queen Seon Deok lah yang melambungkan nama seorang Kim Nam Gil.
Kita tunggu kejutan pastinya ya...ga sabar khan?

Yang pasti nih di Jepang sedang ada acara festival Kim Nam Gil 2012. Ga mustahil Appa juga dalam waktu dekat bertolak ke Jepang untuk mempromosikan film dan dramanya. termasuk drama terakhirnya Bad Guy


Sukses buat Appa ya..welcome home. Ditunggu karya-karya terbarunya.

(hayo yang dulu pada ngaku2 istrinya pada kabuuurr ya...

source: hancinema.net

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)

Sinopsis Drama Bad Boy episode 17 part 2 (ending)

Hong Tae Sung memberi saran pada Hong Taera untuk memperhatikan Gun Wook juga karena dia juga merupakan keluarga juga yang ingin Taera jaga.

Taera lalu mendatangi apartemen Gun Wook, dia membuka apartemen Gun Wook yang terkunci dan masuk ke dalam. Dari jauh terlihat Gun Wook sedang menyendiri dan terduduk diam karena terguncang.
"Ini terakhir kali aku akan memanggilmu dengan nama Shim Gun Wook"

Lalu Taera berbicara seolah-olah Gun Wook masih kekasihnya seperti dulu

"Bertemu denganmu saya tidak pernah menyesal (walau keluarganya hancur). Awal bersamamu saya merasa gugup sehingga saya merasa kamu tulus padaku.  Pertama kali kau mendekati Mone, aku tahu kau tidak tulus padanya. aku tahu kau pria macam apa (bad boy lah makanya Taera ga setuju). Namun akhirnya aku sendiri tak bisa mengontrol rasa ketertarikanku padamu. Sekarang Aku dan kamu...apa yang harus kita lakukan?"
ujar Taera bimbang...
Gun Wook hanya terdiam sambil mengalirkan air matanya.
Tiba-tiba Gun Wook yang sedang duduk oleng dan terjatuh. Taera kaget.
"Gun Wook, Gun Wook!"
Rupanya Gun Wook begitu memendam kesedihan sampai tubuhnya lemas.
Taera melihat Gun Wook menggenggam sesuatu. Dilihatnya sesuatu itu dan ternayta adalah foto kelaurga Gun Wook kecil dengan seluruh keluarga Haeshin. Taera pun menangis
Dia lalu duduk di samping Gun Wook dan curhat...
"Pernahkah kamu merindukan kami?", tanya Taera "Dulu waktu kamu diusir dari rumah seperti itu itu juga sangat berat bagiku. Aku bingung walau kutahu anak sekecilmu tidak bersalah dan tak mungkin menipu kami tapi aku merasa kamu menghianati kami. Aku dulu marah. maafkan aku..."

Tera lalu melanjutkan
"Namun seiring waktu berlalu tentu masalah ini akan terselesaikan sendiri. dan Gun Wook mulai saat ini saya akan memanggilmu Tae Sung. Aku akan mencobanya", kata Taera masih setengah bingung, dia lalu buru-buru pergi.
Sepeninggalan Taera Gun WOok kembali menangis
Taera nampaknya belum bisa mempercayai bahwa orang yang dia cintai ternyata adik kandungnya sendiri.
 (sebenernya dari dulu hubungan Gun Wook dan Taera seperti secara naluriah ada "ikatan batin" sehingga  ada kepedulian , cuma jadi ikatan batin itu salah diartikan jadi cinta)

Taera masih bimbang, ia pergi ke theater megnenang sat dia dan GUn Wook dulu di sana. namun tiba-tiba dia seolah-olah melihat bayangan gun wook kecil memangilnya
"Taera Noona (kakak, red)...noona"
"Tae sung.."
Tera lalu memeluk Taesung kecil "Maafkan aku..." , Taera menangis
"Tidak apa-apa kak. AKu minta maaf", kata Gun Wook terdengar menggema lewat telepatinya...
Taera nampaknya sekarang sadar dan bisa menerima kenyataan. Mencintai Gun Wook sepeti halnya dia mencintai Tae Sung kecil dulu...

Jae In bertemu dengan Tae sung. Tae Sung memberi tahu tentang GunWook bahwa dia sebenarnya adalah Hong Tae Sung yang asli.
 "temuilah dia, dia pasti membutuhkanmu. Ibu dulu yang menukarkannya dia dengan aku", kata Tae Sung "Dia tidak tahan ada anak dari wanita lain di rumahnya"

Jae In buru-buru  pergi naik taksi mencari GUn Wook. Dia cuu syok, ia merasa bersedih untuk Gun Wook. balas dendam yagn dulu dia rencanakan berbalik ke keluarganya sendiri.

Pada saat yagn sama Gun woook tengah putus asa ia mengambil pistol yang lama disimpan di kopernya.
Dia teringat bagaimana dulu mendekati Mone, Menekan kakak laki-lakinya dan melakukan affair dengan kakaknya sendiri. Dia juga teringat ayahnya yang sakit. Gn Wook menangis dan putus asa. Dia memegang pistol lalu mulai mengacungkan pistol ke kepalanya ingin bunuh diri. Namun didengarnya suara jae In dia melepaskan dan melemparkan pistol ke bawah.


Mone rupanya sudah tiba di korea. Dia tampaknya be.lum tahu kabar terbaru apa-apa. dia menelepon asisten Kim lalu menanyakan alamat apartemen Gun Wook.

Jae In sadar Gun Wook pasti kini sedang merasa sedih terpuruk.
Jae In berusaha menenangkan Gun Wook dan memeluknya dar belakang.
"Kamu  menjalani hidup sekian lama untuk membalas dendam. Namun kau tahu mereka sekarang kelaurgamu segala dendam hilang dan berubah jadi penyesalan bukan? Itulah artinya kelaurga"
"Tidak...dengan segala yang telah aku perbuat...", Gun Wook menangis
Jae In memotong "Tidak...mereka mungkin sekarang telah memaafkanmu atas segalanya, mereka mungkin ingin bertemu denganmu. Keluargamu dulu menyakitimu tapi sekrang kamu bisa memaafkannya khan?"

Jae In lalu menggengam tangan Gun Wook mengajak Gun Wook berkenalan, mulai hidup dari awal lagi
"Aku Moon Jae In. Anda siapa?", tanya Jae In
gun Wook tak menjawab
"Mengapa kamu tak menjawab. coba katakan kamu adalah Hong Tae Sung", kata jae in yang ingin membiasakan Gun Wook dengan jati diri barunya
jae In mengulang lagi perkenalannya
"Saya Moon Jae In, Anda siapa?"
"Hong......Tae Sung, namaku", Gun Wook akhirnya menjawab dengan terbata


Gun Wook terharu.
"Senang berkenalan denganmu", kata Jae In lega. Dia lalu memeluk Gun Wook.

Jae Inlah yang rupanya bisa melegakan dan menghibur hati Gun Wook, di kala Gun Wook terpuruk bahkan tak ingin hidup lagi. Gun Wook bahagia dan rindu dengan kehadiran Jae In. Dua oragn yang saling menyayangi itupun berciuman mesra...


-Ending spoiler-
Yang ga suka dibocorin endingnya boleh stop baca disini.
yang ga suka atau ga kuat sama sad ending stop baca di sini.






Yang kuat dan berkenan baca spoiler silakan lanjut....

siapin tisu buat yagn ga kuat...

Mone dengan petunjuk Asisten Kim berhasil mendapatkan alamat Gun Wook dan akhirnya tiba di alamt yang dimaksud. Pintu rumah terbuka. Namun sayang Mone melihat Shin Gun Wook yang dia cintai malah tengah berciuman dengan Jae In.
Mone terbakar api cemburu.(dulu memergoki Gun Wook dengan kakaknya sekrang dengan Jae In). Mone lalu keluar dan terdiam di luar apartemen Gun Wook dengan marah.

Gun Wook ddan Jae In tengah berbahagia.  tak lama kemudian Won In meneleponnya.
"Aku di rumah GUn Wook", kata Jae In
"Bolehkah aku ke sana?", pinta Won IN penasaran.
Jae In lalu berjanji akan menjemput adiknya di dekat rumah mereka (rumah mereka sebenernya tidak erlalu jauh)
"Aku pergi dulu. Kau beres-beres rumah dulu ya...", kata Jae In pada GUn Wook.
Jae In bergegas pergi dengan suka cita.

Ternayta Mone masih berada di luar rumah Gun Wook. Dia merasa marah.  Dia lalu masuk kembali ke rumah yang tidak dikunci oleh Jae In. Monemasuk perlahan Gun Wook sedang tidak ada di ruangan. One meliha sekeliling. Dia melihat foto GUn Wook dengan Jae In, hatinya kembali panas. Foto itu pun jatuh.

Tak sengaja Monemenemukan pistol yagn tadi di lempar Gun Wook ke lantai.
Gun Wook lalu muncul dari kamar mandi. Mone kager, dia lalu mengacungkan pistol itu pada Gun Wook.
Gun Wook kaget dan tak menyangka.
"Mone"
"Aku tahu apa yang kau lakukan pada keluargaku selama aku di US!"
Gun Wook tak menyangka adik kandungnya yang dia sakiti benar-benar mendemdam padanya. Hati Gun Wook pilu
"kamu nanti bisa celaka, turunkan pistol itu", bujuk Gun Wook
"Diam! Apa tadi yang Jae In lakukan di sini. Dulu aku dan Taera lalu kamu akan menghancurkan Tae Sung juga nanti?!" (Yah Mone dirimu perkembangan teakhir dia belom tahu...hiks)
"jangan begitu Mone", Gun Wook mencoba menenangkan Mone
"jangan panggil namamu, karena kamu aku jadi begini, kamu yagn membuatku jadi begini!", teriak Mone

Di jalan, Jae In bertemu dengan Won In adiknya.
Tiba-tiba dari jauh Jae In mendengar suara keras (suara tembakan), namun obrolan Won In membuat dirinya tleupa da tak menyadari hal itu. Won In tampak antusias mendengar hubungan baik Gun Wook dengan kakaknya.

Kebali ke rumah Gun Wook. Mone ternyata menembakkan pistol itu, dan mengenai perut Gun Wook.
Di seputar rumah Gun Wook,Jae In berpaling dia seperti mendengar bunyi yagn keras. Dia mulai curiga namun kedatangan Won In membuyarkan pikirannya.

Mone kaget tapi dia masih mengacungkan pistolnya ke arah kakak kandungnya sendiri
"Mone, turunkan pintol itu", bujuk Gun Wook
"Mone?! Kukatakan jika kau memanggil namaku lagi , aku benar-benar akan membunuhmu!"
"AKu minta maaf", ungkap Gun Wook tulus
"Buat apa minta maaf setelah kau melakukan semua ini kau menyesal?! atau kamu takut terbunuh!"
"Mone, aku mengerti. Namun seperti dulu maukah kamu memanggilku Oppa walau hanya sekali", pinta Gun Wook berkaca-kaca (aku pengen nangisssss, permintaan terakhir kakak kandung hikss)
"Dulu, seperti dulu apa..kamu bukan apa-apaku!", Monegugup dia melepaskan pistol lalu pergi...

Dengan luka parah diperutnya. Gun Wook berpikir cepat.
Dia mengambil pistol lalu mengilangkan jejak adiknya di pistol itu, dan membungku pistol itu dengan handuk. Gun Wook lalu berusaha bangkit dan mengambil jasnya. (aku nangis terharu banget ga tega lagi....)

Tak menyadari apa yagn terjadi Jae In dan Won In asyik berbelanja untuk makan malam.
Mereka begitu antusias untuk menyiapkan makam malam bertiga dirumah Gun Wook. Won In penasaran bagaimana rumah gun Wook itu.
Mereka lalu tiba di rumah itu, Jae In langsung masuk.
"Won In masuklah"
Won In begitu antusias melihat apartemen Gun Wook yang keren.
Namun Gun Wook tak terlihat ada di ruangan. Jae In bingung dia mencari Gun Wook. tapi tak adaak sengaja Jae In menginjak bekas darah GUn Wook (Jae In menghilangkan jejak GUn Wook hiks)

"kemana dia.Kusuruh dia merapikan rumah"
Jae In lalu menyiapkan makan malam. Dia menelepon Gun Wook namun hp gun wook ternyata ditinggal di rumah
"Apa dia membeli eskrim?"

Gun Wook dengan tertatih-tatih sudah meninggalkan rumah. Ada sesuatu yang memaksa dia melakukan sesuatu . Dia memagang erat pistol yagn dia bungkus, dan berusaha menutupi lukadi perutnya dengan jasnya.


Makan malam telah selesai disiapkan Jae In. Won In tak sabar ingin mencicipi makan. Jae In melarang Won In makan dahulu.

Setlah sekian lama menunggu Gun Wook belum juga datang. Won In sampait ertidur di meja.
Jae In merasa gusar dia berjalan disekeliling rumah.
Dia lalu menemukan secarik kertas tertulis pesan singkat dari Gun Wook
"Maaf tiba-tiba orang tuang angkatku memangilku untuk segera pulang ke US"
Jae In agak heran "Dia pulang ke US tiba-tiba?"
(Jae In ini bodooooh dia ga curigaaaa!)

Pada saat yang sama... Gun Wook masih berusaha menjauh dari rumah. Berkali-kali dia jatuh, lukanya semkin parah,wajahnya pucat tapi dia berusaha terus.
Dia menggapai yang bisa digapainya berusaha kembali bangun dan terus berjalan melewati malam...(ga tega liat GUn Wook jalan kayak gitu huaaa...)

Hari berlalu
Tn. Hong mulai sembuh tangannya mulai bergerak. Dan kata pertama yang diucapkannya adalah Tae Sung...

Beberapa waktu kemudian Tn Hong sedang makan bersama denga Taera dan So dam
"Apa yang terjadi dengan Tae Sung? Keduanya dan anak itu?", tanya Tn Hong penasaran akan Gun Wook

Tn. Hongmenyadari kesalahannya (merasa bertanggung jawab karn kelaurganya hancur). Tn. Hong lalu berpesan pada Taera untuk menjaga ibu dan keluarga mereka.
"Ibu tak lama lagi akan bebas karena buktinya kurang kuat"
"Kita nanti akan makan bersama ya. Semua kelaurga kumpul dengan penuh keceriaan", harap Tn. Hong


Suatu hari di ruangannya Taera mendapat kiriman paket.
Dibukanya kiriman paket itu. berisi boneka, gaun kecil, juga video dirty dancing, video kenangan Taera yagn eprnah diceritakan pada Gun Wook dulu. Disitu tertulis pesan untuk So dam dari Gun Wook
"So dahm, Jika kamu ingin menjadi putri yagn cantik, kamu harus tersenyum saratus kali dalam sehari. kamu bisa khan? dan khususnya untuk ibumu kamu harus tersenyum lebih banyak lagi. Sehingga nanti kau akan cantik seperti ibumu. Untuk So Dam tersayang. Dari pamanmu"
Taera terharu membaca pesan itu.

Di ruamh jae In , Tak sengaja Jae In menjatuhkan sesuatu, ternyata adalah origami burung yagn sulu pernah dia temukan. Dia membuka kertas itu. Dia ingat tulisannya "Taera...MOne...keluarga. Apakah ini dulu tulisan tangan Gun Wook?"
Jae In pun mendapatkan kiriman paket tanpa alamat pengirim.

Won In membukanya dan membaca surat yang ada di dalam paket itu
"Seperti apa dunia itu tampak jika dilihat melalui mata Jae In yang tersayang..."
 Jae In sadar ini pasti dari Gun Wook. Isi pake itu adalah topeng kaca dari Jepang (ingat waktu di Jepang Gun Wook setalah mendapat topeng kaca kembali ke studio profesor, rupanya dia minta dibuatkan lagi topeng kaca itu. alasan prof membuat topeng kaca supaya bisa melihat duniayang tampak dari kacamata kekasihnya)

"Gun Wook pasti telah kembali. Gun Wook..Gun Wook...."
jae In pun menghambur keluar rumah. Dia menuju rumah Gun Wook mencari Gun Wook.. Namun Gun Wook tak ditemukan di rumahnya

Pada saat yang sama, Di grup Haeshin, tak disangka-sangka Ny. Shin keluar dari penjara untuk menyaksikan terpilihnya HOng Taera, anak kesayangannya menjadi presdir baru Hae Shin group.
Sedangkan Mone hidup bersenang-senang seperti biasa...(Mone menyebalkan ..jika dia tahu pasti menangis meraung-raungggggg)
Sedangkan Hong Tae Sung memulai hidup barunya sendiri

Jae In masih mencari Gun Wook. Sampai di halte terdekat dia belum menemukan Gun Wook.
Isi surat Gun Wook untuk Jae In rupanya utuhnya seperti ini
"Seperti apa dunia ini tampak terlihat dari mata Jae In tersayang? Aku pernah memikirkannya jika saya melihat dunia melalui mata orang lain apa yang akan terlihat? Jae In apakah kamu baik-baik saja? Bagiamanpun juga kamu harus bahadua. Sehingga jika kamu melihat duniaku lewat mata itu saya juga akan bisa tersenyum"

Selang beberapa lama sebelum itu, di suatu sore, polisi menemukan mayat tak berindentitas di dekat sungai.
 
Orang itu laki-laki dan sudah lama meninggal beberapa hari. Dia memakai jas warna muda, sepreti yang dipakai Gun Wook terakhir kalinya ....(huaaa). Jenazah itu lalu dibawa ke mobil ambulans


Puisi Gun Wook

Suatu malam yang kelam semua diliputi kegelapan
Yang Mana langit mana tanah
 Yang  mana cahaya api mana cahaya bintang
Semua tak bisa dibedakan
jalan yang mana aku akan tuju
Ini ke surga atau ke neraka?

Dekat halte tempat Jae In berdiri itu rupanya  tertempel pengumuman.
"Ditemukan mayat orang tak dikenal.
laki-laki. umur 20-30 tahun.Tinggi 180 cm.
Penyebab kematian : bunuh diri dengan pistol"

(huuaa pengen nangis jadi Gun wook memalsukan di situ mati bunuh diri untuk ngelindungi Moneeee...)

Pengumuman itu lalu terlepas ditiup angin tanpa terlihat oleh Jae In.
Jae In tak menemukan Gun Wook dan dia berdiri kesepian...terdiam mematung...
"Gun Wook dimana kamu? Apa dunia yagn kamu lihat juga dunia yang bahagia sekarang...."
Kepergian Gun Wook pun seperti lenyap tertiup angin...

-The  End-

yang mau nangis silakan nangis, yang ga rela pasti ga rela
Hanya di setiap drama pasti ada pesan
pesannya mungkin seperti ini seperti yang pernah disampaikan detektif
"Bahwa alasan apapun juga balas dendam itu tidak membawa kebaikan. Akibatnya nanti bisa menjadi boomerang kepada diri sendiri. Dan siapa yang menuai kejahatan seperti kelaurga haeshin tentu akan menuai akibatnya"

Akhirnya bisa menyelesaikan sinopsis ini setelah kering penyesalan dan air mata...
Yang membuat haru Gun Wook diakhirnya meninggal bukan bunuh diri namun ingin berbuat yang terbaik buat keluuarga , orang -orang yang dia cintai namun pernah dia sakiti.
Terimakasih buat yang ngikutin sinopsis ini , buat yang mendukung terbitnya sinopsis ini dari awal sampai akhir...
Makasih juga buat awansetya yang banyak nge-link sinopsis aku...

< episode 17 part 1                Menu Bad Boy

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)

Sinopsis Drama Bad Boy episode 17 part 1

Moon Jae In dan Hong Tae Sung bermaksud mengunungi Shin Gun WOok di rumah sakit. Namun mereka tak berhasil menemukan Gun Wook di kamarnya. Saat itu turun hujan mereka berusaha mencari Gun Wook di seputar rumah sakit. Jae In mencari di dalam, Tae Sung mencari di halaman. Tapi tetap mereka tak berhasil menemukan Gun Wook.

AKhirny Jae In menelepon detektif memberitahukan Gun Wook menghilang.

Ny. Shin masuk ke ruangannya. Saat menyalakan lampu dia syok karena merasa ada sosok laki-laki di mirip Gun Wook yang duduk di kursingya.
Sambil ketakutan dia berusaha menghampiri kursinya. namun saat mendekat ternayta kursi itu kosong, rupanya itu hanya halusinasi Ny, Shin sendiri. Namun saat dia baru saja lega, tiba-tiba ada rekaman suara menggema diruangannya.
rekamannya saat mengancam Gun Wook
"Apa kau pikir  aku akan membiarkan orang yang berbuat kekacauan padaku?...Seseorang harus membereskan hal ini .. bagimanapun caranya..."
Ny, Shin ketakutan dan histeris mendengar potongan-potongan rekaman suaranya sendiri
"Kau pikir aku akan takut dengan hal ini, kau akan dilenyapkan seperti orang tuamu 20 tahun lalu! Shim Gun Wook keluarlah..keluarlah!", Ny. Shin histeris.
 *Jadi berarti ortu Gun Wook aka Chae Tae Sung meninggal waktu mau jemput tae sung kecil itu dibunuh! bukan kecelakaan....

Jae In diantar Tae Sung mencari Gun Wook . Sekarang mereka menuju rumah Gun Wook. Namun Tae Sung berkata dia tidak akan ikut ke dalam (cemburu lah)
"Kamu masuklah SHim Gun Wook membutuhkanmu. Dan kita ini putus sekarang. Aku tak mau bertemu dia", kata Tae Sung.
Jae In pergi dan ketika masuk mobil Tae SUng menyaai bekal makan yang disiapkan Jae In tertinggal di mobilnya.

Jae In masuk ke rumah Gun Wook. Dia kaget ternyata di dalam sudah ada HOng Tae Ra yagn sedang terpaku memperhatikan papan di kamar rahasia GUn Wook
"Tentang apa ini semua?!" , Taera curiga


"Kau tanyakan saja sendiri nanti pada Gun Wook"
"Jadi dia masih hidup?", Taera antusias
"Ya, tapi keadaannya tidak baik. Ia tidak bisa mengenaliku", kata Jae In
Taera curiga Jae In bekerja sama menganggu kelaurga Hae shin. Jae In kesal dan menganggap semua yang terjadi pada Gun Wook adalah salah keluarga Haeshin.
"Kau membela Gun Wook lalu bagaimana dengan Tae Sung?"
"Kami sudah putus"
"Karena dia bukan anak kandung Tn. Hong kau memutuskannya?"
Jae In terdiam, dia tak tahu tentang ini Tae Sung tak menceritakan hal ini padanya.

Detektif menyelidiki tentang menghilangnya Gun Wook. Jae In mendapat informasi  dari detektif bahwa Gun Wook baik-baik saja, dia dipindahkan ke rumah sakit lain.
Lalu seorang perawat memberikan sesuatu bingkisan pada detektif
"Wakil Gun Wook menitipkan sesuatu untuk Bapak"
Detektif membuka bingkisan itu dan di dalamnya adalah alat perekan suara. etektif menengarkan isi rekaman itu. Dia lalu bicara pada detektif muda
"Detektif Lee siapkan penahanan!"

Keesokan paginya, detektif sudah menunggu Ny. SHim di depan rumahnya.
"Ny. Shin Myung Won kau ditahan karena percobaan pembunuhan"
Ny. Shin Lalu dibawa ke kantor polisi. Di ruang interogasi Ny. Shin menolak untuk bicara apapun bahkan tak menjawab walau ditanya namanya.
"Aku menunggu pengacaraku"
(udah ditangkep masih aja sok jaim!)
Taera melihat ibunya dari luar dia syok tak menyangka ibunya benar berusaha membunuh Gun Wook. Tae Sung tak lama kemudia datang.
Taera lalu bicara dengan pengacara ibunya
"Buktinya cukup kuat, kemungkinan susah menghindar, tapi karena SHim Gun Wook tidak sampai meninggal jadi kasusnya lebih ringan", kata pengacara

Asisten Kim bicara berdua dengan anak buah Gun Wook. Mereka bekerja sama membantu Gun Wook.
 Mereka tahu  dan sudah muak dengan kejahatan Ny. Shin. Dia bahkan jahat pada Hong Tae Sung. Gun Wook juga kasian karena Tae Sung juga korban Ny. Shin.
"Karena perbuatan  satu orang banyak orang yang menjadi korban"

Sebaliknya Tae Sung ia mengira Shim Gun Wook hanya berusaha menyusahkan ibuya. Dia ke rumah Gun Wook menggedor-gedor pintu rumah.
"Shim Gun Wook, apakah memenjarah Ny. SHin membuatmu puas??!", teriak Tae Sung
Tapi tidak ada jawaban.

Gun Wook akhirnya pulang, dia sudah dalam keadaan sehat walafiat, dia tampak lelah menjalani semua rencananya (Oppa akhirnay dateng miss uuu...duh mana ganteng lagi pake baju item) 
Gun Wook lalu keruangan rahasianya. Misinya membalas dendam pada Haeshin khususnya Ny. Shin  telah berhasil. Dia lalu membakari berkas-berkas Ny. Shim dari ruangannya.

 Persidangan Ny. Shim pun tiba.
Ny. Shim diajukan sebagai terdakwa. Taera, Asisten Kim, para detektif, Tae Sung dan Moon Jae In mengikuti jalannya persidangan.
Jaksa menanyakan keterlibatan Ny. Shin dan memberi perintah atas pembunuhan Gun Wook. Namun Ny. Shin terus menyangkal. Bahkan ketika jaksa menyetelkan bukti rekaman suara.
"Untuk apa aku membunuhnya aku tak membunuhnya. Orang bisa mengatakan apa saja ketik dia marah. Ketika orang berkata aduh aku akan mati tiak berarti dia mati khan?", kata Ny, Shin jaim..
Jae In tampak sebal melihat Ny. Shin (ih aku juga gemes banget dengernya)

Pada sesi selanjutnya, asisten Kim juga diajukan sebagai saksi. Asisten Kim mengakui bahwa di rumah sakit dia pernah diminta Ny.Shin menyingkirkan Gun Wook.
"Apakah Anda lalu membunuhnya?", tanya jaksa
"Tidak. Saya menghubungi dan memberitahukannya pada Shin Gun Wook"

Pada sesi lain mereka mengajukan tersangka lain yaitu suruhan Ny.Shin. Ny. Shin awalnya menyangkal mengenal suruhannya itu. Namun jaksa punya bukti percakapan telepon dengan antara suruhan itu denagn Ny. Shin. Suruhan itu lalu mengaku setelah diketahui Shin Gun Wook masih hidup, Ny. Shin menyuruh dia melenyapkan Gun Wook.
Tak hanya itu saja jaksa juga mempunyai bukti lain. Mereka mempunyai rekaman video saat Ny. Shin histeris di ruangannya.

 "Kau pikir aku akan takut dengan hal ini, kau akan dilenyapkan seperti orang tuamu 20 tahun lalu! Shim Gun Wook keluarlah..keluarlah!"


Ny. Shin syok melihat rekaman dirinya dia dengan histeris terus berusaha menyangkal
"Itu bukan aku, itu video rekaan, aku tidak membunuhnya, aku tidak membunuhnya!"

Bukti-bukti sudah mengarah pada Ny. Shin dan akhirnya tiba waktunya mendengar pembelaan terakhir dari terdakwa. Dalam pembelaannya Ny. Shin  masih menyangkal dan merasa dan merasa tidak punya alasan membunuh Gun Wook.
Kali ini Moon Jae In benar-benar emosi mendengar perkataan Ny. Shin dia sampai maju mendekati Ny. Shin
"Kau sudah membuat Gun Wook kehilangan segalanya. kau harus membayarnya, kau akan tinggal lama di penjara!"
petugas berusaha menenangkan Jae In dan membawanya keluar.


Di luar gedung pengadilan Jae In berbicara dengan detektif.
"Apakah Anda sudah menemui Gun Wook?", tanya Jae In
"Dia dalam keadaan baik dan sehat sekarang tunggulah"
Detektif  lalu memberikan voice recorder pada Jae In

"Dulu ini kupakai untuk mempelajari bukti. Namun ada sesuatu pesan untukmu di sana"
Jae In mendengarkan pesan itu. dan terdengar suara Gun Wook.
"Moon Jae In kamu sudah melihat kebenaran tentang dunia yang dulu kau inginkan (Jae In khan pernah ingin jadi menantu haeshin). Sekarang pilihan ada padamu. Aku masih di tempat yang sama seperti dulu"

Ny. Shim sebagai terpidana akan dipindahkan dari tahanan sementara ke penjara. Gun Wook telah muncul di sana. Dia melihat Ny. Shin diantar asisten rumah t angganya menuju mobil tahanan.
Ny. SHin melihat Gun Wook dia lalu berhenti dan memanggil Gun Wook
"Hong Tae Sung..Hong Tae Sung"
Gun Wook menoleh
Dia bicara dengan dingin pada Gun Wook
"Kau sudah menemukan ayamu yang sebenarnya?! Kau ingat saat teakhir sebelum presdir pingsan dia memanggilmu apa .."Tae Sung...a". Kau membuat kakakmu meninggal, membuat ayahmu jatuh sakit, dan mempermainkan adikmu sendiri"
Gun Wook terkejut dengan perkataan Ny. Shin.
Dia teringat masa kecilnya saat di rumah besar keluarga haeshin. Ny. Shin pernah mengatakan padanya
"Kau harus ingat apapun yang terjadi kamu adalah hong tae sung" Gun Wook juga ingat kejadian laporang DNA itu
"Aku mengganti yang asli dan memalsukan semuanyakau pikir kau menang? akulah yang menang, kau mengerti sekarang?", kata Ny. Shin dingin
Asisten rumah tangga Ny. Shin lalu memanggil Gun Wook dengan sebutan tuan muda
"Maaf aku terlambat memberitahukan ini pada Ada. Dulu waktu Anda ingin bertemu denganku. Nyonya melarang aku memberitahukannya padamu. Tapi sekrang kau telah tau semua"
Gun Wook terdiam, wajahnya pucat karena syok.

Pada saat yang sama Tae ra pun datang, dia penasaran
"Apa yang tidak boleh dikatakan . Apa dia sebenarnya Hong Tae Sung yang asli ?? apa Gun Wook sebenarnya adalah adikku?"
Taera lemas...

Gun Wook pulang ke rumahnya. Dia benar- benar syok dan terpukul, dia tak menyangka kenyataannya ternyata berbalik padanya.
Dia teringat kenangan indahnya dengan Tn. Hong, ikatan dia dengan tn. Hong yang dia rasakan dari kevil. Tn. Hong begitu senang pertama kali Gun Wook kecil memanggilnya dengan sebutan ayah. Tn. Hong juga menyambut senang saat Gun Wook kecil mampir ke kantornya.
Dan ketika dia sebagai Shim Gun Wook pertama kali menghaap Tn. Hong.
Tn Hong berkata "Kamu terlihat familiar padahal aku baru pertamakali bertemu denganmu"

Gun Wook begitu menyesal begitu mengetahui Tn. Hong adalah ayah kandung yang sebenarnya. Dia datang ke rumah ayahnya.
Dia menangis melihat ayahnya di kursi roda. Tn. Hong menyadari kedatangan Gun Wook.
Gun Wook lalu bersimpuh di kaki ayahnya dan menangis. Tn. Hong terharu melihat anaknya.

Asisten Kim berbicara dengan pengurus rumah tangga. Asisten Kim berkata bahwa dia sebenarnya sudah curiga bahwa Gun Wook itu anak asli Tn. Hong karena ibu Gun Wook yang bernama Chae Yon dulu pernah berkerja di Hae Shin sebagai reseptionis. Asisten Kim kesetiannya mulai luntur pada Hae Shin karena setelah dia dipenjara 3 tahunkarena terlibat kematian orang tua Gun Wook di desa, istrinya meninggal karena sakit.
"Dan setelah bebas Tn. Hong hanya berkata "Kau telah bekerja keras". Dia tidak peduli apa yang terjadi pada sitriku dan saat dia meninggal karena sakit. Setelah itu aku merasa besalah dengan pasangan itu dan aku selalu ke desa untuk berdoa dan meminta maaf ke makamnya", cerita asisten Kim

(jadi  ternayta selama ini yang sering berkunjung ke makam ortu gun wook di desa itu asisten Kim)


Jae In lega menganggap masalah Gun Wook selesai sekrang. dia mengajak adiknya makan ke restoran milik teman Gun Wook (mantan direktur action). Di sana dia bertemu dengan para detektif.

Di Hae Shin, Hong Tae Sung menemui Hong Tae Ra di ruangannya. Dia menyerahkan surat pengunduran diri pada "kakaknya"
"Tidak usah seperti ini, kita tidak akan lagi membuang atau menyingkirkan seseorang lagi. AKu akan menjaga keluarga ini. Kau masih sebagai direktur di sini", kata Taera
Tae Sung tidak mau, dia ingin mencoba mandiri.
"Jika aku harus menjadi direktur itu karena kemampuanku sendiri, bukan karena anak presdir"
Sebelum berpisah bolehkah aku memelukmu?", pinta Taera
Taera memeluk Tae Sung sebagai kakak.
"Lalu bagaimana dengan dia (Gun Wook), bukankah dia keluarga juga sekarang. kau berkata akan menjaga seluruh keluarga tadi"

bersambung...

< episode 16 part 2              menu bad boy          episode 17 part 2 (ending) >

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)