Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label Multimedia. Show all posts
Showing posts with label Multimedia. Show all posts

Teknik Pengambilan Gambar

TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR ATAU VIDEO

Rabu, 18 Mei 2011 , Posted by bopf ive at 04:09

Ada beberapa teknik untuk pengambilan gambar atau video ,berikut teknik -teknik yang sering di gunakan:

1.SUDUT  PENGAMBILAN GAMBAR [CAMERA ANGLE].
a.Bird Eye View.
Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil.
Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi.
Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak asing lagi bagi anda.

b.High Angle.
Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,pengambilan gambar yang seperti ini memilki arti  yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

c.Low Angle
Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle.
Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau kejayaan.
Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk membuat sebuah karakater monster atau manusia raksasa.

d.Eye Level
Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan dramatik tertentu yang di dapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkna pandangan mata seseorang yang berdiri.

e.Frog Level.
Sudut pengambilan ini di ambil sejajar dengan permukaan tempat objek menjadi sangat besar.

2.UKURAN GAMBAR[FRAME SIZE]

a.Extreem Close-up [ECU].
Pengambilan gambar sangat dekat sekali,hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek.
Fungsinya untuk kedetilan suatu objek.

b.Big Cloe-up[BCU].
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek.
Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang di keluarkan oleh objek.

c.Close-up[CU].
Ukuran gambar hanya sebatas dari ujung kepala hingga leher.
Fungsinya untuk memberi gambaran jelas tetang objek.

d.Medium Close-up[MCU].
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada.
Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.

e.Mid Shoot[MS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang.
Fungsinya memperlihatkan  sosok objek secara jelas.

f.Kneel Shoot[KS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut.
Funsinya hampir sama dengan  Mid Shoot.

g. Full Shoot[FS] 
Pengambilan gambar penuh dari  kepala hingga kaki.
Fungsinya memeperlihatkan objek beserta lingkungannya.

h.Long Shoot [LS] 
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Fool Shoot.
Untuk mnujukan objek dengan latar belakangnya.

i.Extreem Long Shoot [ELS].
Pengambilan gambar melebihi long Shoot,menampilan linkungan si objek secara utuh.
Untuk menunjukkan objek tersebut bagian dari lingkungannya.

j.1 Shoot.
Pengambilan gambar satu objek.
Fungsinya  memperlihatkan seseorang atau benda dalam frame.

k.2 Shoot.
Pengambilan gambar 2 objek
Untuk memperlihatkan adegan 2 orang yang sedang berkomunikasi.

l.3.Shoot
Pengambilan gambar 3 objek untuk memperlihatkan 3 orang yang sedang mengobrol.

m.Group Shoot 
Pengambilan gambar sekumpulan objek
Untuk memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan aktifitas.


3.GERAKAN KAMERA[MOVING CAMERA]

a.Zooming[In/out]
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauh objek,gerakan ini merupakan fasilitas yang di sediakan oleh kamera vidio, dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.

b.Panning[left/Right].
Yang di maksud gerakan panning yakni kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah kekiri,namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang di inginkan.

c.Tilting[Up/Down].
Gerakan Tilting yitu gerakan keatas dan kebawah,masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang di dapatkan memuaskan dan stabil.

d.Dolly[In/Out].
Gerakan yang di lakukan yaitu gerakan maju mundur,hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada Dolly yang bergerak adalah tripod yang telah di beri roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.

e.Follow.
Pengambilan gambar di lakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

f.Framing[In/Out].
Framing adalah gerakan yang di lakukan oleh objek untuk memasuki [in] atau keluar [out] framing shot.

g.Fading [In/Out].
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan.
Apabila gambar baru masuk mengantikan gambar yang ada di sebut fade in,sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan di gantikan gambar baru di sebut fade out.

h.Crane Shoot .
Merupakan gerakan kamera yang di pasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri  bersamaan kameramen,baik mendekati maupun menjauhi objek.

4.GERAKAN OBJEK[MOVING OBJECT]

a.Kamera sejajar objek.
Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek,baik kekiri maupun kekanan

b.Walking [In/Out]  
objek bergerak mendekati[in] maupun menjauhi [out]  kamera.

Nah itu tadi merupakan beberapa teknik dalam pengambilan gambar menggunakan kamera video.
Namun ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar.
Dan elemen penting tersebut meliputi:

a.Motivasi
b.Informasi
c.Komposisi
d. Suara.
e.Sudut Kamera
f. Kontinuitas.

Selain teknik-teknik maupun tatacara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen ada hal lain yang harus di miliki yakni sense of art atau rasa seni, karena gambar yang di ambil oleh kameramen merupakan karya seni.
Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang di dapatkanpun kurang maksimal.
Jadi rasa seni yang tinggi dapat di jadikan modal utama untuk menjadi kameramen.

Semoga berhasil.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)

Mengenal Lensa

Mengenal Lensa

Oleh redani, 19 August 2010
Lensa 50mm merk Canon dan Nikon
Apa saja yang perlu kita ketahui dari sebuah lensa? Apa sajakah arti dari deretan angka dan huruf pada sebuah lensa? Apa bedanya lensa zoom dengan lensa prime? Bagaimana menemukan lensa yang tepat buat kamera DSLR anda? Mari kita pelajari lebih lanjut.
Setiap lensa umumnya mencantumkan spesifikasinya seperti:
  1. panjang fokal
  2. aperture (diafragma)
  3. peruntukan jenis sensor
  4. teknologi anti getar
  5. teknologi autofokus
  6. dudukan (mounting) lensa
  7. dan lain-lain
Contoh, lensa “Tamron SP 70-300mm F4-5.6 Di VC USD lens for Nikon”. Maksudnya kira-kira lensa merk Tamron dengan panjang fokal 70 milimeter (mm) hingga 300 mm dengan bukaan mulai dari f/4 pada posisi 70 mm dan hingga bukaan f/5.6 pada 300 mm, lensa khusus untuk kamera APS-C, ada fitur anti getar, ada fitur autofokus dengan motor ultrasonik, dudukan lensa khusus buat kamera merk Nikon. Wah lumayan panjang ya?
1. Panjang Fokal
Panjang fokal (focal length) secara sederhana dapat dijelaskan sebagai luas pandangan yang dapat diambil oleh lensa tersebut. Panjang fokal diukur dalam satuan milimeter (mm). Kira-kira beginilah luas pandangan dari masing-masing panjang fokal:
Perbandingan berbagai panjang fokal
Lensa zoom memiliki panjang fokal yang bisa diubah. Misal lensa Tamron 70-300mm berarti panjang fokalnya dimulai dari 70 mm hingga ke 300 mm. Lensa fixed atau sering disebut lensa prime (tunggal) hanya memiliki satu panjang fokal saja, misal 24 mm, 50 mm, 200 mm dan sebagainya.
2. Aperture (Diafragma)
Pada diafragma f/4, hanya kepala ulat yang tampil tajam
Aperture atau diafragma adalah bagian lensa yang mengatur seberapa besar lubang cahaya di dalam lensa tersebut. Semakin kecil angka aperture maka semakin besar lubangnya dan semakin besar angka aperture maka semakin kecil lubangnya.
Angka aperture menunjukkan kemampuannya dalam mengumpulkan cahaya. Lubang yang besar semakin memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk dalam satu satuan waktu. Artinya kira-kira dalam kondisi remang-remang lensa masih bisa digunakan dengan baik. Lubang yang besar juga berarti ruang tajam (Depth of Field / DOF) yang tipis. Ruang tajam yang tipis memudahkan fotografer berkreasi membentuk foto dengan subyek yang tajam dan latar belakang yang kabur.
Sebaliknya lubang yang kecil memiliki kemampuan mengumpulkan cahaya lebih sedikit dalam satuan waktu. Artinya dalam kondisi remang-remang lensa kemungkinan sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah terlalu gelap.
Pada diafragma f/11, subyek tampil tajam dari depan hingga belakang
Lubang yang kecil juga berarti ruang tajam yang tebal. Ruang tajam yang tebal memudahkan fotografer mengambil gambar dimana semua bagian subyek baik yang di depan hingga ke belakang semuanya tajam, cocok untuk berfoto bersama misalnya.
Aperture dituliskan dengan beberapa cara. Misalnya penulisan F4, f/4 dan 1:4 sebenarnya menunjukkan hal yang sama.
Pada lensa zoom lebar diafragma bisa jadi berbeda pada posisi terpendek dan terpanjangnya. Misal lensa Tamron 70-300mm F4-5.6 dimana bukaan maksimum di posisi 70mm adalah f/4 tetapi berkurang ke f/5.6 pada posisi 300mm. Ada juga lensa yang didesain tetap mempertahankan bukaan diafragmanya walaupun dizoom kesana kemari, contoh lensa Tokina 12-24/4 DX yang bukaan maksimumnya di 12mm dan di 24mm tetap sama yaitu di f/4.
3. Peruntukan Jenis Sensor
Perbedaan luas pandangan antara kamera full frame dan APS-C (simulasi)
Kamera digital SLR sekarang umumnya punya dua ukuran sensor, yang pertama adalah sensor ukuran “full frame” (menurut standar film 35mm) yang ukurannya sekitar 3,5 cm x 2,4 cm. Yang kedua adalah sensor ukuran cropped yaitu lebih kecil 1,5 sampai 1,6 kali daripada fullframe. Ukuran cropped ini juga disebut dengan istilah APS-C. Dengan ukuran APS-C produsen lensa dapat membuat lensa dengan ukuran yang lebih kecil dan range zoom yang lebih lebar.
Canon menandai lensa croppednya dengan kode EF-S. Nikon dengan kode DX. Pentax dengan kode DA. Sony dengan kode DT. Sigma dengan kode DC. Tamron dengan kode Di. Dan Tokina dengan kode DX.
Kamera dengan sensor tipe APS-C dapat menggunakan lensa full frame dari merk yang sama tetapi tidak sebaliknya. Menggunakan lensa untuk sensor APS-C pada kamera full frame akan meninggalkan blok lingkaran hitam di tepian foto.
Perbedaan jenis ukuran sensor akhirnya membuat lensa dengan angka milimeter yang sama menjadi berbeda luas pandangannya bila digunakan di kamera full frame dan kamera APS-C. Misal, lensa 28mm pada kamera full frame hanya menghasilkan luas pandangan setara lensa 42mm jika digunakan pada kamera APS-C.
4. Teknologi Anti Getar
Foto diambil dengan shutter speed 1/5 detik tanpa tripod
Getaran yang dicoba direduksi oleh sistem anti getar adalah getaran yang berasal dari kamera misalnya getaran tangan dan getaran dari kendaraan yang dinaiki fotografer. Fitur ini tidak dapat mereduksi getaran subyek foto.Produsen lensa mereduksi getaran dengan cara menggerakkan salah satu gelas di dalam lensa yang arah gerakannya berlawanan dari gerakan yang terdeteksi. Manfaat fitur ini sangat terasa pada lensa-lensa tele.
Setiap produsen punya kode sendiri untuk fitur ini. Canon menggunakan kode IS. Nikon menggunakan kode VR. Panasonic dan Samsung menggunakan kode OIS. Sigma menggunakan kode OS. Sony (lensa NEX) menggunakan kode OSS. Dan Tamron menggunakan kode VC.
5. Teknologi Autofokus
Sistem autofokus menggunakan motor untuk menggerakkan susunan lensa dalam memperoleh fokus. Teknologi screwdriver menggunakan motor di bodi kamera dan memutar lensa menggunakan tonjolan mirip obeng di mounting lensa. Selain itu ada juga lensa yang sudah memiliki motor di dalam bodi lensanya. Dan terakhir dikembangkan motor jenis ultrasonik yang nyaris tidak berbunyi dan beberapa bahkan memiliki mekanisme dimana kita dapat langsung memutar gelang fokus lensa tanpa harus mengubah sistem autofokus dari auto menjadi manual.
6. Dudukan (Mounting) Lensa
Mounting Nikon (depan) dan Canon
Setiap produsen kamera membuat mounting lensanya sendiri-sendiri dan tidak saling kompatibel. Misalnya, anda tidak bisa memasang lensa merk Nikon di kamera merk Canon tanpa melakukan modifikasi atau menggunakan adapter. Adapun Olympus mengeluarkan mounting lensa dengan spesifikasi terbuka yang dinamainya sebagai Four-Thirds. Spesifikasi Four Thirds boleh diadaptasi oleh merk lain dan sejauh ini baru merk Panasonic yang juga menggunakannya.
Perbedaan mounting ini membuat konsumen menjadi sulit untuk berpindah merk. Apabila seseorang telah memiliki “setumpuk” lensa merk Canon misalnya, maka untuk berpindah ke Nikon berarti semua lensa Canonnya menjadi tak dapat digunakan padahal harga satuannya tidak murah.
Beberapa Tipe Lensa
Standard Zoom. Yaitu lensa serba guna dan kebanyakan lensa ini merupakan lensa kit bawaan kamera. Panjang fokal yang umum adalah 18-55mm untuk kamera cropped sensor atau 28-80mm untuk kamera full frame. Panjang fokal ini cukup fleksibel, dimulai dari panjang fokal yang melebar (wide) hingga mendekati tele.
Telephoto Zoom. Yaitu lensa zoom dengan rentang panjang fokal 55mm hingga mencapai 300mm. Contoh lensa ini adalah 55-200mm dan 70-300mm.
Efek perspektif pada lensa wide angle 12mm
Superzoom. Yaitu lensa yang memiliki rentang panjang fokal yang sangat lebar mencakupi mulai dari wide di 18mm hingga bisa mencapai 200mm bahkan lebih. Lensa ini kadang disebut “lensa sapu jagad” oleh teman-teman fotografer. Tujuan produsen menciptakan lensa jenis ini adalah untuk mendapatkan fleksibilitas tinggi, hanya dengan satu lensa sudah bisa mendapatkan panjang fokal wide hingga tele. Kelemahan lensa jenis ini adalah kualitas gambar yang sering kali terdistorsi hebat dan ketajaman yang kurang baik.
Wide Angle Zoom. Sesuai namanya adalah lensa bersudut lebar (lebih lebar dari standar zoom di 18mm). Lensa tipe ini cocok untuk mengambil suasana baik indoor maupun outdoor. Contoh lensa ini adalah 11-22mm, 10-22mm dan 12-24mm.

Bunga rumput selebar setengah sentimeter
Lensa Macro. Yaitu lensa dengan perbesaran 1:1 atau lebih besar. Gunanya untuk memotret benda-benda yang kecil agar tampak besar. Makin panjang milimeternya maka semakin jauh jarak pemotretan dari subyek (kadang  kita perlu memotret agak jauh dari subyek agar dapat menggunakan lighting tambahan). Contoh lensa yaitu 60mm macro dan 105mm macro. Nikon menggunakan istilah “micro” untuk lensa jenis ini dan saya setuju, di laboratorium orang menggunakan “microscope” untuk melihat benda kecil, bukan “macroscope”.
Lensa Pancake. Lensa unik yang sangat tipis. Salah satu produsen yang mengeluarkan lensa tipis ini adalah Pentax. Lensa ini cocok dipasangkan dengan DSLR mungil agar tetap ringkas.
Lensa Tilt Shift. Yaitu lensa yang bisa ‘ditekuk’. Tujuannya adalah untuk memainkan bidang fokus agar didapat efek ketajaman yang tidak lagi tegak lurus terhadap kamera. Fitur ini dibutuhkan bagi mereka yang memotret gedung tinggi dan pemandangan agar semua tampil fokus.
Fitur-fitur Lain
Weatherseal. Biasanya lensa mahal yang memiliki weatherseal walau tidak selalu. Weatherseal adalah seal karet pada sambungan-sambungan lensa agar lensa tahan terhadap kelembaban dan debu. Bagaimanapun juga anda tetap harus menghindarkan lensa dari kelembaban dan debu walaupun lensa anda memiliki weatherseal.
Efek sunstar pada f/22
Jumlah Bilah Diafragma. Dengan menutup diafragma ke f/22 dan mengarahkannya ke sumber cahaya yang terang akan menghasilkan efek bintang. Jumlah bilah penyusun diafragma menentukan jumlah kaki si bintang. Bila jumlah bilah diafragma genap maka jumlah kaki bintangnya sama dengan jumlah bilah diafragma. Tetapi bila jumlah bilah diafragmanya ganjil maka jumlah kaki bintangnya dua kali lipat dari jumlah bilah diafragma.
Memilih Zoom atau Prime
Lensa zoom menawarkan kelebihan pada fleksibilitas. Lensa prime lebih unggul pada ukuran yang lebih ringkas, berbobot enteng, aperture lebih besar, optik yang lebih jernih, warna-warni yang lebih baik, kontras yang lebih tinggi dan harga yang seringkali lebih murah.
Untuk membuat sebuah lensa zoom produsen harus memasukkan lebih banyak gelas, membuat konstruksi zoom yang rumit, menambahkan coating dan lain-lain yang membuat biaya membengkak. Selain itu lebih banyak gelas dalam sebuah lensa berarti lebih besar kemungkinan terjadinya kebocoran warna (ingat pelajaran sekolah tentang prisma?), posisi zoom yang kurang presisi, bobot yang lebih berat dan lain-lain.
Lensa Untuk DSLR Anda
Anda tidak perlu memiliki lensa untuk semua panjang fokal. Misal memiliki 12-24mm, 24-70mm, 70-200mm dan 200-400mm sekaligus. Itu hanya akan menghabiskan uang dan menghabiskan tempat di dry box anda, kecuali anda punya dana sangat berlebih. Untuk kegiatan fotografi liputan biasanya satu buah lensa sudut lebar, satu buah tele dan satu buah lensa prime sudah cukup.
Jika dana anda terbatas dan ingin kualitas terbaik dari sebuah lensa maka belilah lensa prime, anda bisa melakukan “zoom kaki” sebagai pengganti zoom optik. Jika anda menginginkan fleksibilitas dan tidak terlalu mementingkan kualitas maka silakan ambil lensa superzoom, hanya pastikan jangan sampai mengeluh di kemudian hari tentang kualitas gambar.
Penutup
Investasi sebenarnya dari sebuah sistem kamera adalah pada lensa, bukan bodi kamera. Bersihkan dan simpan lensa anda di tempat penyimpanan yang layak seperti dry box dan lensa anda masih akan bisa berfungsi hingga puluhan tahun ke depan dimana bodi kamera anda mungkin sudah lama rusak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)

Cara Setting Kamera Digital

Sebelum kita belajar tentang fotografi digital ada baiknya kita mengenal lebih dahulu fitur/fungsi/mode yang ada pada kamera digital,hampir semua jenis kamera digital sekarang dilengkapi dengan mode,dan mode itu sendiri dibagi menjadi AUTO mode,SEMI AUTO mode dan FULLY MANUAL mode.



Dibawah ini akan dijelaskan fungsi dari mode yang ada:

AUTOMATIC MODES
AUTO MODE :


Mengenai auto mode saya rasa tidak perlu dijelaskan secara detail karena hampir semua pengguna kamera digital menggunakan mode ini untuk mengambil foto.



Dengan mode ini ketika kamera diarahkan ke objek yang akan kita ambil,kamera secara otomatis akan memilih shutter speed(kecepatan buka tutup rana),aperture(diagfragma/besar kecil bukaan rana),ISO(sensitivitas image sensor terhadap cahaya),white balance,fokus,dan flash yang sesua untuk mengambil gambar yang dimaksud.Biasanya dengan mode ini akan menghasilkan gambar yang bagus dalam situasi apapun.

Tapi perlu diingat dengan auto mode kamera kadang tidak bisa secara otomatis menghasilkan gambar seperti apa yang kita mau,maka dari itu ditambah beberapa mode/fungsi yang ada di auto mode.

PORTRAIT MODE :



portrait mode


Ketika akan mengambil objek gambar secara close-up,pindahkan settingan pada kamera digital pada portrait mode.Secara otomatis pada portrait mode,kamera akan memilih large aperture (bukaan rana besar),yang artinya objek utama dari gambar kita akan fokus sedangkan background menjadi out of focus/blur.

Untuk menghasilkan gambar yang bagus dengan menggunakan portrait mode,kita harus dekat dengan objek yang akan kita ambil baik dengan cara zoom atau mendekat ke objek tersebut,sebagai contoh apabila kita akan mengambil gambar close-up seseorang,cukup ambil gambar dari wajah sampai sebatas pundak,maka nanti hasilnya wajah akan fokus dan background menjadi out of focus/blur.

MACRO MODE :




macro mode



Hampir sama dengan portrait mode,tetapi pada macro mode ini lebih cocok untuk mengambil objek foto yang ukurannya kecil seperti bunga,serangga atau benda-benda kecil lainnya.Setiap kamera digital mempunyai kemampuan macro yang berbeda termasuk perbedaan jarak fokus juga (rata-rata jarak fokus untuk kamera point and shoot adalah 2-10cm).

Untuk mengambil gambar macro diperlukan kestabilan dalam memegang kamera karena apabila bergerak sedikit dari jarak fokus maka gambar yang dihasilkan akan out of focus.Maka biasanya untuk pengambilan makro diperlukan bantuan tripod,dan sebagai tambahan built in flash tidak disarankan,karena hasilnya gambar akan over exposure/terlalu terang.

LANDSCAPE MODE :



Landscape mode



Apabila pada portrait mode dan macro mode kamera akan memilih large aperture,maka pada landscape mode kamera akan memilih small aperture yang artinya gambar yang kita ambil akan fokus dari depan (foreground) hingga belakang (background) atau dalam kata lain semua gambar yang kiat ambil akan terlihat tajam.

Sangat cocok untuk mengambil gambar pemandangan yang luas.

SPORTS MODE :

sport mode



Sports mode/action mode ini dirancang untuk mengambil objek gambar yang bergerak,sepertiorang sedang berlari,balap mobil atau benda-benda yang bergerak lainnya.

Tujuan dari sports mode adalah membuat gambar objek yang bergerak tertangkap dengan tajam (freeze the action),bisa kita coba untuk mengambil gambar orang yang sedang melompat.

NIGHT MODE :

night mode



Night mode difungsikan untuk pengambilan gambar pada situasi pencahayan yang rendah,biasanya pada malam hari,dan diperlukan kestabilan kamera pada waktu menggunakan night mode karena apabila terjadi gerakan sedikit saja maka gambar yang dihasilkan akan blur.

SEMI AUTOMATIC MODE

Apabila dalam auto mode,kamera akan berpikir sendiri dan menentukan setting dengan sendirinya sesuai dengan keadaan cahaya disekelilingnya maka dengan setting semi auto/semi manual ,kita yang akan menentukan setting dan selebihnya kamera akan menyesuaikan settingan kita dengan keadaan cahaya yanga ada.

berikut adalah mode yang ada di semi automatic mode :

APERTURE PRIRORITY MODE (A atau AV)

Pada mode ini kita akan memilih besar kecilnya bukaan diagfragma/rana pada lensa dan kamera akan menyesuaikan settingan ISO dan shutter speed dengan sendirinya.Bukaan diafragma/rana pada display kamera adalah F/number,contoh F/4.0,F/4.5,F/5.0 dst sampai F/32.

Semakin kecil angka pada F/number berarti semakin besar bukaan pada difragma lensa (apabila kita memilih F/number kecil artinya kita akan mendapatkan area fokus yang kecil juga,contoh untuk foto close up atau makro,karena kita hanya ingin fokus pada wajah saja dan background menjadi blur)

Semakin besar angka pada F/number berarti semakin kecil bukaan pada diafragma lensa (dengan diafragma kecil berarti kita akan menghasilkan gambar yang fokus dari depan hingga belakang,contoh foto pemandangan)

SHUTTER PRIORITY MODE (S atau TV)

Shutter priority hampir sama dengan aperture priority,bedanya disini kita memilih speed/kecepatan tutup rana dan kamera akan menyesuaikan settingan aperture,ISO secara otomatis. Shutter priority pada display kamera akan ditampilkan dengan angka yang mewakili speed yang kita pilih,contoh 1/400" ,1/250",1/100",1/60",1/30" dst hingga 30".

Apabila kita akan mengambil objek gambar yang bergerak dan ingin membuat objek menjadi "freeze" atau diam maka kita gunakan speed yang tinggi(fast shutter speed).

Slow shutter speed biasanya digunakan pada keadaan dimana cahaya disekitar kita kurang (gelap),slow shutter speed juga bisa digunakan untuk membuat efek blur pada objek yang bergerak,contoh air terjun jika kita ambil dengan menggunakan slow shutter speed (antara 1/5" sampai 1/15") maka air akan kelihatan putih seperti kapas.

Catatan:

jika kita menggunakan speed rendah,maka diperlukan kestabilan dalam memegang kamera atau gunakanlah tripod agar kamera tidak bergerak,karena gerakan sedikit pada speed rendah akan menghasilkan gambar yang out of focus.

PROGRAM MODE (P)

Biasa juga disebut dengan "Program AE" (program auto exposure/program pencahayaan otomatis). fungsinya hampir sama dengan fully automatic tetapi disini kita bisa mengatur white balance,flash,ISO dll secara manual.

AUTO DEPHT-OF FIELD (A-DEP)

Dengan menggunakan mode ini objek gambar dari depan hingga belakang akan fokus dengan sendirinya,dengan menekan setengah pada shutter kita bisa mengendalikan fokus sesuai keinginan kita.

FULLY MANUAL MODE

MANUAL MODE (M)

Dengan menggunakan manual mode kita dengan bebas mengontrol settingan sesuai dengan kemauan kita tapi perlu diingat bahwa kita perlu berpikir dalam menggunakan shutter speed,aperture,ISO,WB,flash dan lain-lain untuk menghasilkan gambar yang pencahayaannya cukup,tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang. Untuk menggunakan mode manual ini diperlukan latihan dan kebiasaan dalam mengontrol kamera.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)

Mengenal Kamera

MENGENAL KAMERA
Banyak sekali jenis-jenis kamera yang perlu diketahui sorang photographer. Menjadi seorang photographer tidaklah mudah. Anda harus tahu macam-macam kamera dan juga teknik pengambilan gambar. Lalu apa saja jenis-jenis kamera dan juga teknik pengambilan gambarnya? simak penjelasan dibawah ini
1. Kamera Saku / Digital Pocket Camera
Kamera saku adalah salah satu dari jenis-jenis kamera fotografi yang mudah dibawa kemana-mana dan menggunakan bentuk penyimpanan data digital dan pengambilan gambar dengan ukuran yang kecil. Hal ini merupakan kegunaan dari kamera tersebut yang didesain sepraktis mungkin dan otomatis. Sesuai dengan namanya, kamera saku mempunyai bentuk dan ukuran yang muat untuk disimpan dalam kantong baju atau celana. Hal-hal diatas adalah salah satu kelebihan pada kamera saku. Tapi yang perlu diketahui untuk kamera saku secara umum yaitu keterbatasan untuk berkreasi secara profesional, dan fungsi foto yang monoton dan sederhana.
Mengenal Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar
Kamera Saku
2. Rangefinder
Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
Mengenal Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar
Kamera Rangefinder
3. Kamera SLR ( Single Lens Reflex )
Kamera SLR adalah jenis-jenis kamera fotografi profesional yang masih menggunakan film atau klise sebagai media penangkap gambar manual. Dengan menggunakan lensa fixed atau lensa zoom, kamera SLR dapat menangkap gambar dengan resolusi sangat tinggi dan detail. 
Mengenal Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar
Kamera SLR
4. TLR, Twin Lens Reflex
Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
Mengenal Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar
Kamera TLR
5. Consumer
Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
6. Prosumer
Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
Mengenal Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar
Kamera Prosumer

7. Kamera Digital SLR
Ada banyak kelebihan yang dapat dibicarakan jika ingin menggali lebih dalam informasi tentang kamera digital. Berbagai fungsi disediakan untuk mendapatkan gambar foto yang baik dan berkualitas. Kamera digital SLR merupakan kamera untuk kelas profesional yang membutuhkan foto dengan resolusi super tinggi. Berbeda dengan kamera SLR, salah satu dari jenis-jenis kamera fotografi ini mengupgrade sensor penangkap gambar dengan alat elektronik bernama CCD / sensor CCD. Ada pula yang memakai sensor CMOS.
Mengenal Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar
Kamera DSLR

8.Kamera Video


Kamera Video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu menyimpan gambar digital dari mode gambar analog. Kamera Video termasuk salah satu produk teknologi digital, sehingga disebut pula salah satu perangkat digitizer yang memiliki kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubah ke mode digital elektronis.

Video/Film adalah rangkaian banyak Frame gambar yang diputar dengan cepat. Masing-masing Frame merupakan rekaman dari tahapan-tahapan dari suatu gerakan. Semakin cepat perputarannya semakin halus gerakannya, walaupun sebenarnya terdapat jeda antara frame namun kita sebagai manusia tidak bisa menangkap jeda tersebut.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments(0)